Polresta Sleman Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa UAD
Polresta Sleman menyelidiki laporan dugaan kekerasan seksual yang diduga melibatkan mahasiswa UAD saat KKN di Kabupaten Sleman.
Gerbang Tol Purwomartani pintu masuk ke Tol Jogja-Solo dari DIY.-Andreas Yuda Pramono/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN -- Arus lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Purwomartani terus menunjukkan peningkatan signifikan pada periode arus balik. Durasi operasional fungsional Tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani resmi diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB menyusul lonjakan volume kendaraan yang terjadi di periode arus balik.
Berdasarkan data Back Office Smart Province DIY, dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, GT Purwomartani telah dilewati 15.287 kendaraan. Volume arus lalu lintas di GT Purwomartani paling tinggi terjadi pada pukul 16.00-17.00 WIB dengan total 1.545 kendaraan dalam kurun waktu satu jam.
Humas PT Jasamarga Jogja-Solo, Rachmat Jesiman, mengatakan kepadatan arus lalu lintas masih terjadi sejak Senin (23/3/2026) siang sampai waktu petang.
"Untuk lalu lintas dari Gerbang Tol Purwomartani dari siang sampai dengan petang hari ini pukul 18.00 WIB terpantau lalu lintas cukup padat," kata Rachmat.
Rachmat menjelaskan kepadatan arus lalu lintas di GT Purwomartani terjadi seiring dengan periode puncak arus balik. Karenanya, tren kendaraan keluar wilayah DIY via GT Purwomartani menuju arah Surabaya hingga Jakarta mulai meningkat.
"Ini dikarenakan akan dimulainya puncak arus balik yang dari arah Jogja akan menuju Surabaya, Semarang, dan Jakarta," ujarnya.
Menyusul peningkatan arus lalu lintas di GT Purwomartani, durasi pembukaan fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani ini pun diperpanjang. Semula, GT Purwomartani hanya dibuka fungsional mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Namun, melihat situasi kepadatan arus lalu lintas, durasi buka GT Purwomartani diperpanjang dua jam hingga pukul 20.00 WIB.
Dijelaskan Rachmat, kebijakan perpanjangan durasi fungsional GT Purwomartani ini diputuskan atas diskresi kepolisian. Salah satu pertimbangannya yakni terjadinya kepadatan arus lalu lintas di Prambanan.
Penambahan jam buka GT Purwomartani ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri.
"Untuk perpanjangan waktu itu atas diskresi kepolisian. Kemarin telah terjadi kepadatan di Prambanan. Oleh sebab itu, dari pihak kepolisian meminta untuk penambahan dua jam dari jam normal untuk di Gerbang Tol Purwomartani untuk memecah kemacetan di arteri," katanya.
Ihwal puncak arus balik, Rachmat memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 23 dan 24 Maret 2026. Prediksi tersebut sesuai hasil rapat dengan Kakorlantas Polri. "Untuk arus balik sendiri, hasil rapat dengan Korlantas kemarin, itu akan dimulai pada tanggal hari ini, 23 Maret 2026, dan diperkirakan puncaknya akan di tanggal 24 besok untuk arus balik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menyelidiki laporan dugaan kekerasan seksual yang diduga melibatkan mahasiswa UAD saat KKN di Kabupaten Sleman.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.