Gerindra Bersihkan Pantai Baru Bantul, Singgung Retribusi Rp5.000
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Komunitas petani punk di DIY bergambar bersama di lahan pertanian yang dikelola untuk memasok bahan baku program MBG belum lama ini. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, komunitas Petani Punk di DIY justru tampil dengan pendekatan berbeda. Mereka kini menyiapkan diri menjadi pemasok utama bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Gunungkidul dengan dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Langkah ini ditandai dengan integrasi sistem Artificial Intelligence yang digunakan untuk menjaga kualitas produksi sekaligus mengawasi distribusi pangan dari hulu hingga hilir secara presisi.
Saat ini, komunitas Petani Punk telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Bijana Paksi Sitengsu untuk memasok kebutuhan dapur MBG. Program ini ditargetkan mulai berjalan penuh pada akhir April 2026 dengan cakupan lima titik dapur di wilayah Gedangsari dan Playen, Gunungkidul.
Untuk memastikan transparansi, mereka mengembangkan sistem terpadu berbasis konsep hub yang mengintegrasikan data dari seluruh dapur MBG. Melalui sistem ini, stok bahan pangan hingga distribusi dapat dipantau secara real-time.
Penggagas Petani Punk, Sibags, menjelaskan komunitas ini telah dirintis sejak 2018 sebagai respons atas minimnya regenerasi petani di desa.
“Alih-alih memilih pekerjaan di sektor formal perkotaan, para ‘punker’ ini justru bangga turun ke sawah, meneruskan profesi orang tua mereka dengan cara yang lebih progresif,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menilai identitas punk yang kerap dipandang sebelah mata justru menjadi kekuatan untuk menggerakkan anak muda kembali ke sektor pertanian. Komunitas ini juga aktif merangkul generasi Z untuk mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari sayuran, buah, bahan pokok, hingga sektor perikanan dan peternakan.
Dari sisi mitra, Sekretaris Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, Tedi Anggoro, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menjamin pasokan pangan sehat bagi program MBG.
“Hingga saat ini progres pembangunan infrastruktur dapur MBG sudah mencapai 80 persen. Fasilitas ini tidak hanya sebagai tempat pengolahan makanan, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.
Sementara itu, tim IT yang diwakili Fajar Saptono menambahkan penggunaan AI memungkinkan proses monitoring dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, mulai dari masa tanam hingga distribusi makanan ke siswa.
“Dengan sistem monitoring digital ini, kami berharap tercipta ekosistem pangan yang transparan dan efisien, sekaligus menumbuhkan kebanggaan anak muda untuk kembali membangun desa melalui pertanian,” pungkasnya.
Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengubah wajah pertanian menjadi lebih modern dan menarik bagi generasi muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Cek jadwal SIM Kulonprogo Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIMENOR, dan SIM Keliling lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jumat 2 Oktober 2026. Ada 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai pukul 04.20 WIB.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)
Cek jadwal SIM Sleman Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE lengkap dengan syarat perpanjangan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 2 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.