Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi Pemda DIY./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah DIY memastikan pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG) baru akan dimulai setelah gedung baru DPRD DIY rampung pada akhir 2026. Meski begitu, seluruh persiapan teknis proyek strategis ini telah diselesaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, mengungkapkan bahwa progres pembangunan gedung DPRD telah mencapai sekitar 40% dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
“JPG akan dibangun setelah gedung DPRD jadi,” ujarnya, Sabtu (12/4/2026).
Dengan target tersebut, proyek JPG berpeluang mulai dikerjakan pada 2027 sebagai bagian dari pengembangan kawasan strategis perkotaan.
Dari sisi perencanaan, Pemda DIY sebenarnya sudah sangat siap. Detailed Engineering Design (DED) untuk proyek JPG telah rampung disusun.
Selain itu, kajian Heritage Impact Assessment (HIA) juga telah dilakukan pada 2025 untuk memastikan pembangunan tetap selaras dengan nilai historis kawasan.
Desain arsitektur JPG sendiri sebelumnya telah melalui proses sayembara pada 2022, menandakan proyek ini sudah dirancang matang sejak beberapa tahun terakhir.
Lahan Sudah Bersih, Tapi Belum Dimanfaatkan
Sebagai bagian dari persiapan pembangunan, Pemda DIY juga telah merelokasi pedagang Teras Malioboro 2 ke Beskalan sejak Januari 2025.
Langkah ini dilakukan untuk membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan JPG. Namun hingga kini, lahan tersebut masih belum dimanfaatkan karena menunggu tahapan pembangunan gedung DPRD selesai.
Pembangunan JPG tidak bisa dilakukan bersamaan karena akan berdampak langsung pada gedung DPRD lama yang berada di kawasan tersebut. Oleh karena itu, penyelesaian gedung DPRD baru menjadi kunci utama sebelum proyek JPG bisa benar-benar dimulai.
Dengan seluruh perencanaan yang telah matang, Pemda DIY optimistis pembangunan JPG dapat berjalan lancar begitu tahap pembangunan DPRD rampung, sekaligus menjadi ikon baru perencanaan kota di Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.