Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi perbatasan Tugu Selamat Datang Gunungkidul yang berada perbatasan Bantul. - ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY membuka sayembara desain penanda batas wilayah dengan total hadiah mencapai Rp80 juta untuk dua titik strategis di Karangwuni, di Rongkop, Gunungkidul dan Sindutan, di Temon, Kulonprogo. Program ini diarahkan untuk memperkuat identitas dan citra DIY melalui gerbang perbatasan yang memadukan nilai budaya dan keistimewaan daerah.
Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, Nuri Achadiyanti, mengatakan sayembara itu mengusung tema Menandai Batas, Menegaskan Identitas. Menurut dia, desain yang lahir diharapkan mampu memadukan nilai budaya dengan pendekatan arsitektur modern.
“Periode lomba ini berlangsung pada 17 April sampai 22 Juli 2026. Sayembara ini terbuka bagi arsitek profesional dan mahasiswa arsitektur dari seluruh universitas di Indonesia,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Nuri menuturkan, sayembara tersebut juga dimaksudkan sebagai sarana edukasi publik tentang keistimewaan tata ruang DIY. Selain menghasilkan desain, kegiatan ini diharapkan melahirkan gagasan kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan filosofi lokal.
Peserta dapat mengikuti sayembara secara individu maupun tim dengan maksimal tiga orang. Setiap peserta wajib mengirimkan karya dalam bentuk empat lembar poster ukuran A2 yang menjelaskan konsep, konteks, desain, hingga kelayakan bangunan.
Karya harus dikirim dalam bentuk soft file dan hard file ke Sekretariat Sayembara di Kantor Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, di Gedung Kresna Unit II kompleks Kepatihan Jogja, paling lambat Senin, 22 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Tahapan seleksi dimulai dengan penjurian tahap pertama pada 23–25 Juni untuk menentukan 10 besar. Selanjutnya, tahap kedua digelar pada 29–30 Juni untuk menyaring lima karya terbaik.
Penjurian akhir dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Juli, sebelum pengumuman pemenang pada 22 Juli 2026.
Penilaian mencakup konsep dan gagasan, desain dan estetika, aspek teknis dan material, implementasi, komposisi penyajian, hingga partisipasi publik.
Dewan juri melibatkan sejumlah tokoh di bidang arsitektur dan pelestarian budaya, di antaranya Ikaputra, Suyata, Erlangga Winoto, serta juri kehormatan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Adapun rincian hadiah meliputi juara pertama Rp40 juta, juara kedua Rp20 juta, juara ketiga Rp10 juta, serta juara harapan masing-masing Rp5 juta.
Pemda DIY membuka sayembara desain penanda batas wilayah di Gunungkidul dan Kulonprogo dengan total hadiah Rp80 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sekjen parpol koalisi pemerintah berkumpul di rumah Sugiono. Pertemuan diisi silaturahmi dan refleksi menjelang 17 Agustus.
Polda Metro Jaya menetapkan empat tersangka kasus tantangan hafalan surat Al-Qur'an berhadiah minuman beralkohol di The Sound Project.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.