Tabrak Pembatas, Pemotor Tewas di Jalan Perbatasan Semin-Sukoharjo
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Pendidikan Gunungkidul tengah mematangkan rencana penggabungan atau regruping sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan efektivitas layanan pendidikan. Berdasar hasil kajian sementara yang dilakukan dinas, terdapat sembilan sekolah yang berpotensi digabung karena jumlah siswa yang dinilai tidak lagi ideal.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, kebijakan regruping dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lebih efektif dan efisien. Salah satu indikator utamanya dalam kajian tersebut adalah jumlah peserta didik di bawah 30 siswa per sekolah.
“Masih terus dikaji terkait dengan sekolah yang akan digabung,” ujar Nunuk, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, meski sudah ada sembilan sekolah yang masuk dalam daftar kajian, pemerintah daerah belum menetapkan keputusan final. Setiap rencana penggabungan, kata dia, harus melalui proses kajian mendalam dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan penolakan di lapangan.
Nunuk juga menyebut, kebijakan ini mengacu pada regulasi yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 yang memberikan dasar bagi daerah untuk melakukan penataan satuan pendidikan, termasuk melalui mekanisme penggabungan sekolah.
Selain jumlah siswa, faktor jarak antar sekolah juga menjadi pertimbangan penting. Pemerintah memastikan siswa tetap dapat mengakses pendidikan dengan mudah setelah proses regruping dilakukan nantinya.
“Nanti akan kami sosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Purwanto menyatakan tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut selama bertujuan untuk optimalisasi layanan pendidikan. Namun ia menekankan pentingnya kajian yang matang dan komunikasi publik yang baik.
“Kalau untuk optimalisasi pelayanan tidak ada masalah, tapi harus disosialisasikan dengan baik agar tidak menimbulkan gejolak,” katanya.
Menurut Heri, faktor jarak antar sekolah saat ini tidak lagi menjadi kendala besar karena sebagian besar orang tua sudah menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar anak ke sekolah. Meski demikian, ia tetap meminta agar keputusan regruping mempertimbangkan seluruh aspek secara menyeluruh.
Kebijakan regruping sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, efisiensi anggaran, serta pemerataan layanan pendidikan di wilayah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Gempa kembar Venezuela tewaskan 920 orang dan ribuan luka. Kerusakan parah terjadi di La Guaira