Persija vs Persib Hari Ini, Prediksi Skor dan Line Up
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Suasana diskusi publik bertajuk Pemilu Kita, Aturan Kita: Mengapa Masyarakat Harus Peduli Revisi UU Pemilu? pada Selasa (28/4/2026) di Burza Hotel Yogyakarta.
Harianjogja.com, JOGJA — Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) menggelar diskusi publik bertajuk Pemilu Kita, Aturan Kita: Mengapa Masyarakat Harus Peduli Revisi UU Pemilu? pada Selasa (28/4/2026) di Burza Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube LKiS untuk menjangkau partisipasi publik yang lebih luas.
Diskusi tersebut digelar di tengah menguatnya sorotan terhadap rencana revisi Undang-Undang Pemilu—perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2017—yang kembali masuk dalam agenda Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Namun, proses pembahasannya dinilai belum sepenuhnya terbuka dan partisipatif.
Direktur Pelaksana LKiS, Tri Noviana, menegaskan bahwa masyarakat sipil, khususnya di Jogja, telah mengawal isu ini sejak 2024, terutama terkait aspek inklusivitas. Menurutnya, revisi UU Pemilu harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas demokrasi, bukan justru mempersempit ruang partisipasi publik.
“Masih banyak persoalan, terutama aksesibilitas bagi kelompok disabilitas yang minim. Jika tidak segera dikaji ulang, bagaimana wajah Pemilu 2029 ke depan?” ujarnya.
Diskusi ini menghadirkan peneliti Sana Ullaili dan akademisi hukum tata negara UIN Sunan Kalijaga, Gugun El Guyanie, dengan moderator Elanto Wijoyono.
Dalam pemaparannya, Gugun menilai proses legislasi revisi UU Pemilu cenderung berjalan lambat dan terkesan tertutup. Ia bahkan menyebut adanya indikasi bahwa pembahasan dilakukan mendekati tahapan pemilu untuk membatasi ruang partisipasi masyarakat, termasuk peluang judicial review.
“Jika pembahasan dilakukan terlalu mepet, masyarakat sipil akan kelelahan dan ruang kritik semakin sempit,” katanya.
Sementara itu, Sana Ullaili menyoroti bahwa pelaksanaan pemilu di Indonesia masih jauh dari prinsip inklusivitas. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, masyarakat adat, minoritas, hingga warga di wilayah terpencil masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi akses maupun representasi politik.
“Pemilu kita memang ada, tetapi belum sepenuhnya memberikan ruang relasi kuasa yang setara bagi semua kelompok,” ungkapnya.
Selain isu inklusivitas, diskusi juga mengangkat pentingnya transparansi pendanaan kampanye, reformasi partai politik, serta penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu agar lebih independen. Sistem proporsional terbuka juga dinilai perlu dipertahankan sebagai bentuk kedaulatan rakyat.
Sebanyak 90 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, aktivis, mahasiswa hingga masyarakat umum, mengikuti diskusi ini. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi gagasan kritis untuk mengawal proses revisi UU Pemilu agar tetap berpihak pada kepentingan publik.
Melalui forum ini, masyarakat sipil di Jogja menegaskan bahwa revisi UU Pemilu harus dilakukan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel. Tanpa keterlibatan publik yang bermakna, perubahan regulasi berisiko hanya memperkuat dominasi elite politik.
Hasil diskusi rencananya akan dirumuskan menjadi rekomendasi publik dan disampaikan kepada pemangku kebijakan sebagai masukan dalam pembahasan revisi UU Pemilu di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.