SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Penampakan buaya berukuran 50 cm yang ditemukan warga warga di bantaran Sungai Opak Bintaran Kulon RT 005, Srimulyo, Piyungan, Jumat (1/5/2026) sore. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Kemunculan buaya di Sungai Opak Bantul menggegerkan warga. Seekor reptil berukuran sekitar 50 sentimeter ditemukan di bantaran sungai wilayah Bintaran Kulon RT 005, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Jumat (1/5/2026) sore, sebelum akhirnya dievakuasi petugas.
Hewan tersebut pertama kali terlihat berjemur di tepian Sungai Opak oleh warga yang sedang memancing, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi bahaya bagi masyarakat sekitar.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, mengatakan laporan diterima dari warga bernama Ahmad Mukhlis sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu pelapor melihat langsung kemunculan buaya di bantaran sungai.
“Karena dikhawatirkan membahayakan warga sekitar maupun pemancing, pelapor kemudian meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkarmat BPBD Bantul dari Sektor 6 Piyungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penangkapan sekaligus asesmen kondisi satwa.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sejumlah perlengkapan, mulai dari kendaraan trail, alat pelindung diri (APD), hingga alat penjepit ular untuk mengamankan buaya tersebut.
Kristanto memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian dalam kejadian ini. Buaya berhasil diamankan dan saat ini ditempatkan sementara di Pos Damkar Piyungan.
“Panjang buaya kurang lebih 50 sentimeter dan saat ini masih berada di Pos Damkar Piyungan,” ujarnya.
Hingga kini, BPBD Bantul masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait mengenai penanganan lanjutan satwa tersebut. Koordinasi telah dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Gembira Loka Zoo, namun belum ada keputusan resmi.
“Informasinya Senin besok dari DKP [Dinas Kelautan dan Perikanan] akan datang ke pos, tetapi belum tahu juga apakah akan diambil atau bagaimana,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Mukhlis mengaku baru pertama kali melihat buaya muncul di lokasi tersebut. Meski demikian, warga sekitar menyebut pernah ada temuan serupa di kawasan utara jembatan dekat aliran Sungai Opak.
“Kalo saya baru pertama kali. Kata warga sekitar sebelumnya pernah ditemukan di utara jembatan,” ujarnya.
Asal-usul kemunculan buaya ini masih belum diketahui. Namun, warga menduga satwa tersebut kemungkinan merupakan hewan peliharaan yang terlepas ke sungai, mengingat ukurannya yang relatif kecil dan tidak ditemukan induk di sekitar lokasi.
"Kemungkinan tidak ada indukannya karena itu mungkin piaraan warga yang lepas," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Top Ten News Jogja 27 Juni 2026: MBG, kemarau Sleman, korupsi, hingga top skor Piala Dunia. Baca ringkasan lengkapnya di sini.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus menularkan semangat literasi kepada masyarakat.
Prancis kalahkan Norwegia 4-1 di Piala Dunia 2026. Dembele cetak hattrick, Les Bleus lolos sebagai juara grup.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan tips agar tidak kehabisan kuota.
DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6).