Rumor Christophe Nduwarugira ke PSS Sleman, Ini Jejak dan Potensinya
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
Suasana Pasar Hewan Ambarketawang pada Selasa (5/5/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Penjualan sapi menjelang Iduladha di Pasar Hewan Ambarketawang menunjukkan tren lesu pada awal Mei 2026. Sejumlah pedagang mengaku omzet turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya, meski momen kurban biasanya menjadi puncak penjualan ternak.
Pedagang sapi asal Prambanan, Sajiyo, mengungkapkan kondisi pasar yang jauh dari harapan. Ia membawa tujuh ekor sapi jenis limosin ke pasar, namun hingga siang hari belum satu pun terjual.
“Sepi sekali, belum ada yang laku hari ini,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Harga Naik, Pembeli Justru Menurun
Sajiyo menyebut harga sapi tahun ini justru mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta dibanding tahun sebelumnya. Untuk sapi dengan bobot sekitar lima kuintal, ia mematok harga Rp27,5 juta per ekor.
Kenaikan harga ini diduga menjadi salah satu faktor yang menahan minat beli masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, banyak calon pembeli memilih menunda atau mengurangi pembelian hewan kurban.
Kontras: Stok di Desa Menipis
Fenomena unik justru terjadi di tingkat peternak. Pedagang lain, Marwanto, menyebut stok sapi di desa-desa cenderung menipis, namun kondisi tersebut tidak sejalan dengan permintaan di pasar.
“Di desa malah kekurangan sapi, tapi di pedagang peminatnya turun,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, kurang dari sebulan menjelang Iduladha, penjualan bisa mencapai puluhan ekor. Namun saat ini, angka penjualan masih jauh dari target.
“Biasanya bisa habis 30 ekor, sekarang baru sekitar 10 yang terjual,” tambahnya.
Faktor Ekonomi Jadi Sorotan
Para pedagang menduga melemahnya daya beli masyarakat menjadi penyebab utama lesunya pasar hewan kurban. Selain harga sapi yang meningkat, kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat sebagian masyarakat lebih selektif dalam berkurban.
Pengamat ekonomi lokal menilai tren ini juga dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk kecenderungan berkurban secara kolektif atau memilih hewan dengan harga lebih terjangkau.
Harapan Jelang Puncak Penjualan
Meski kondisi saat ini masih sepi, para pedagang tetap optimistis penjualan akan meningkat dalam dua pekan terakhir menjelang Iduladha—periode yang selama ini menjadi puncak transaksi.
Lonjakan permintaan biasanya dipicu oleh pembelian mendadak dari masyarakat maupun instansi yang baru merealisasikan anggaran kurban.
Namun, jika tren lesu ini berlanjut, pedagang berpotensi mengalami tekanan pendapatan yang cukup besar, terutama bagi mereka yang sudah mengeluarkan modal tinggi untuk pengadaan ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.