89 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat di Bandara Soetta
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
DPRD Kota Jogja mendorong diversifikasi pangan lokal dan urban farming untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap nasi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi D DPRD Kota Jogja mendorong diversifikasi pangan lokal sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pola makan sehat berbasis potensi pangan lokal di DIY.
Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja, Darini, mengatakan wilayah DIY sebenarnya memiliki beragam sumber karbohidrat alternatif selain nasi. Namun hingga kini pemanfaatannya dinilai belum maksimal di tengah masyarakat.
Menurut dia, edukasi mengenai konsumsi pangan nonberas kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dan DPRD agar masyarakat lebih terbiasa mengonsumsi sumber pangan lokal seperti kentang, singkong, hingga berbagai jenis umbi-umbian.
“Kita ingin menularkan kesadaran bahwa sumber pangan kita itu sangat banyak. Ada kentang, telo, dan berbagai umbi-umbian lainnya yang belum dimanfaatkan optimal,” ujar Darini di sela kegiatan Lomba Memasak Sehat di wilayah Penembahan, Kemantren Kraton, Sabtu (9/5/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu mengakui perubahan pola konsumsi masyarakat bukan perkara mudah. Selama ini masih banyak warga yang menganggap belum makan apabila belum mengonsumsi nasi.
Karena itu, menurut Darini, pengembangan menu pangan lokal dengan olahan yang lebih modern dan menarik perlu terus dilakukan agar masyarakat mulai terbiasa mengonsumsi pangan alternatif.
“Pola pikir inilah yang ingin kita geser. Jika dibiasakan, sumber pangan seperti kentang atau telo ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga enak dan kaya gizi,” katanya.
Ia menambahkan, diversifikasi pangan juga berkaitan erat dengan upaya menekan peningkatan penyakit tidak menular (PTM). Pola makan yang lebih beragam dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
Dukungan terhadap penguatan pangan lokal juga datang dari Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Ia meminta Pemkot Jogja memperluas pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming sebagai solusi keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kota Jogja yang memiliki keterbatasan area persawahan.
“Pemkot harus memfasilitasi aktivitas pertanian perkotaan dengan teknologi canggih atau tepat guna. Tentu ini harus didukung dengan anggaran yang memadai serta pelibatan para ahli,” ujarnya.
Dalam kegiatan lomba memasak tersebut, para peserta yang mayoritas ibu rumah tangga dari wilayah Kemantren Kraton menghadirkan berbagai olahan pangan lokal, mulai dari modifikasi tiwul hingga aneka menu berbahan dasar umbi-umbian.
Peran perempuan dinilai penting dalam mendorong perubahan pola konsumsi keluarga karena menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam menentukan menu makanan sehari-hari di rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.