Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
KA Prameks tiba di Stasiun Yogyakarta, Rabu (18/3/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Jadwal Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) rute Yogyakarta-Kutoarjo pada Senin (25/5/2026) kembali menjadi perhatian masyarakat seiring meningkatnya mobilitas warga di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Sejumlah perjalanan dari Stasiun Tugu Yogyakarta terpantau padat penumpang, terutama pada jam keberangkatan favorit pagi dan sore hari.
KA Prameks masih menjadi pilihan utama transportasi komuter karena menawarkan perjalanan langsung tanpa transit dengan waktu tempuh yang relatif stabil. Moda transportasi berbasis rel ini dinilai lebih efisien dibandingkan jalur darat yang kerap mengalami kepadatan, khususnya di kawasan selatan DIY.
Selain tarif yang terjangkau, ketepatan waktu dan kenyamanan perjalanan membuat KA Prameks tetap diminati berbagai kalangan, mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha yang rutin bepergian antarkota.
Calon penumpang disarankan datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi lonjakan pengguna pada jam sibuk. Beberapa jadwal keberangkatan bahkan kerap dipadati penumpang karena tingginya kebutuhan mobilitas harian di koridor Jogja-Kutoarjo.
Jadwal KA Prameks Senin 25 Mei 2026
Keberangkatan dari Stasiun Tugu Yogyakarta
06.40 WIB
11.50 WIB
15.15 WIB
16.20 WIB
18.05 WIB
Keberangkatan dari Stasiun Kutoarjo
05.10 WIB
09.05 WIB
13.19 WIB
16.50 WIB
18.45 WIB
KA Prameks Jadi Andalan Mobilitas DIY-Jawa Tengah
Keberadaan KA Prameks selama ini menjadi penghubung penting aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat antara Yogyakarta dan Kutoarjo. Ribuan komuter mengandalkan layanan ini setiap hari karena dinilai praktis, hemat biaya, dan mampu menunjang aktivitas secara efisien.
Jadwal perjalanan yang teratur membuat para pekerja, mahasiswa, hingga pedagang dapat bepergian dengan lebih nyaman tanpa harus menghadapi risiko kemacetan maupun tingginya biaya perjalanan darat.
Di sisi lain, operasional KA Prameks juga berkontribusi mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur selatan Jawa. Peralihan pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi rel dinilai membantu menekan polusi udara sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.
Bagi warga DIY dan Jawa Tengah, KA Prameks bukan sekadar sarana transportasi, melainkan simbol konektivitas antardaerah yang telah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun. Loyalitas penumpang yang terus terjaga menunjukkan kereta ini masih menjadi solusi mobilitas paling efektif untuk menunjang aktivitas harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Dispar DIY siapkan strategi transisi menuju Malioboro full pedestrian. Akses diatur ulang, parkir dan shuttle dioptimalkan demi kenyamanan wisatawan.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
DP3 Sleman keluarkan edaran waspada wereng batang coklat. Petani diminta perkuat PHT dan deteksi dini untuk cegah gagal panen.
Pemkab Kulonprogo perkuat iklim investasi melalui layanan perizinan terintegrasi OSS-RBA dan penyediaan data potensi daerah.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.