Irwandi Jadi Dosen Pertama ISI Jogja Raih Guru Besar Lewat Jalur Karya Seni
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Nilai ekspor produk lokal Kabupaten Bantul pada periode Januari-April 2026 mencapai USD30.057.731,55 atau setara dengan Rp532 miliar lebih. Capaian ini menjadi modal optimisme bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk mengejar target ekspor tahunan sebesar USD120 juta, meski di tengah kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Tutik Lestariningsih, mengatakan capaian tersebut diperoleh dari volume pengiriman sebesar 6.829.898,67 kilogram. “Nilai ekspor mencapai USD30.057.731,55 dengan volume 6.829.898,67 kilogram,” katanya, Senin (25/5/2026).
Menurut Tutik, produk asal Bantul telah berhasil menembus pasar di sedikitnya 10 negara tujuan utama, yaitu Jerman, China, Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Australia, Belanda, Spanyol, Belgia, dan Korea Selatan.
Meskipun bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global masih ada, Pemkab Bantul tetap mempertahankan target ekspor tahun 2026 sebesar USD120 juta, sama dengan target tahun sebelumnya. Tutik menjelaskan bahwa realisasi ekspor Bantul sepanjang 2025 tercatat di angka sekitar USD110 juta atau mendekati target yang telah ditetapkan. “Karena capaian tahun lalu mendekati target, maka target ekspor tahun ini tetap dipertahankan sebesar USD120 juta,” ujarnya.
Analis Perdagangan DKUKMPP Bantul, Gardana Purnama, memaparkan terdapat 10 komoditas unggulan ekspor Bantul yang didominasi sektor industri kreatif dan manufaktur skala UMKM. Komoditas tersebut meliputi garmen, furniture, sarung tangan, kerajinan anyaman, briket, kerajinan kulit, gula kelapa, alat kesehatan, casting semen, serta kerajinan batu.
Untuk mendorong peningkatan ekspor, DKUKMPP Bantul terus melakukan berbagai upaya, seperti menggelar business matching yang mempertemukan UMKM dengan pelaku usaha besar dan calon pembeli potensial. Selain itu, Pemkab Bantul juga memfasilitasi pelaku usaha untuk mengikuti pameran internasional, seperti Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA). “Kami memfasilitasi perluasan pasar melalui pameran internasional seperti JIFFINA,” kata Gardana.
Meski demikian, Gardana mengakui bahwa kenaikan nilai tukar dolar memberikan dampak tersendiri bagi pelaku ekspor, terutama bagi UMKM yang masih bergantung pada bahan baku impor. “Misalnya UMKM craft dan furniture, harga thinner naik. Komponen produksi yang dibeli melalui impor juga ikut naik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
McKinsey memperkirakan 11 juta pekerja AS perlu pindah profesi pada 2035. Simak sektor yang terdampak dan tantangan mencari pekerjaan baru
Marc Marquez fokus menghadapi balapan utama MotoGP Indonesia 2026 setelah menjuarai sprint race di Sirkuit Mandalika.
Yunani menjadi destinasi honeymoon terpopuler 2027, mengungguli Bali dan Maladewa. Simak daftar 10 destinasi pilihan dunia
Porsche akan memperkenalkan Mission S pada 15 Oktober 2026. Supercar bermesin tengah ini diperkirakan berada di atas 911, dengan spesifikasi yang belum diungkap
Barcelona menjamu Getafe pada 10 Oktober 2026 pukul 23.30 WIB. Simak kondisi pemain, klasemen, dan prediksi susunan pemain.