Pemkab Bantul Optimalkan Peran dan Fungsi Sukarelawan
Pemerintah Kabupaten Bantul terus mengoptimalkan peran dan fungsi relawan dalam penanganan persoalan sosial maupun kemanusiaan
Seleksi Tim Banteng DIY menuju Soekarno Cup 2026 resmi dimulai di Sleman, menyiapkan pemain muda berbakat. /Istimewa.
Harianjogjacom, SLEMAN — Tahapan pembentukan skuad sepak bola “Tim Banteng Istimewa Yogyakarta” resmi dimulai oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (1/6/2026). Agenda pembukaan seleksi sekaligus latihan perdana tersebut berlangsung di Stadion Tridadi, Sleman, sekaligus menjadi penanda dimulainya persiapan menuju ajang Soekarno Cup 2026.
Kegiatan kick off ini menjadi langkah awal konsolidasi tim yang diproyeksikan mewakili DIY dalam kompetisi sepak bola internal nasional yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan. Soekarno Cup sendiri merupakan turnamen yang mempertemukan tim-tim kader dari berbagai daerah di Indonesia dan pada edisi kedua tahun 2026 akan dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur pada bulan Juli.
Tim Banteng Istimewa Yogyakarta dibentuk melalui mekanisme seleksi terbuka yang menjaring pemain-pemain muda potensial dari seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul. Skema ini dirancang untuk memastikan keterwakilan talenta secara merata dari seluruh kabupaten dan kota di DIY.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, hadir langsung untuk membuka dan memimpin jalannya seleksi serta latihan perdana tersebut. Dalam kesempatan itu, ia turut memberikan arahan sekaligus apresiasi kepada para peserta seleksi yang proses teknisnya berada di bawah koordinasi Tim Manajemen Banteng Istimewa Yogyakarta.
"Ini Soekarno Cup yang kedua. Waktu pertama yang digelar di Bali, kita belum bisa berpartisipasi. Semoga persiapan yang lebih matang ini berhasil menorehkan prestasi juara. Sekilas tadi saya menyaksikan skillnya lumayan," ujar Nuryadi di hadapan para peserta seleksi.
Nuryadi juga menjelaskan bahwa ketidakhadiran DIY pada gelaran Soekarno Cup sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan strategi tahun ini. Oleh karena itu, persiapan dilakukan lebih awal dengan melibatkan sejumlah kader yang dinilai memiliki kompetensi di bidang olahraga, termasuk Wahyudi Kurniawan sebagai manajer tim serta Susanto Dwi Antoro sebagai manajer teknis.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa Tim Banteng Istimewa Yogyakarta wajib menjunjung tinggi nilai sportivitas selama proses seleksi maupun pertandingan berlangsung. Menurutnya, sportivitas bukan hanya aturan permainan, melainkan juga mencerminkan karakter dan nilai organisasi.
"Tim akan bertanding membawa marwah PDI Perjuangan DIY di tingkat nasional. Kita harus komitmen menjunjung fair play di dalam dan di luar lapangan," tegasnya.
Selain itu, Nuryadi turut memberikan dorongan motivasi kepada para calon pemain terkait pentingnya kekuatan mental saat berada di lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap detik dalam pertandingan sepak bola memiliki nilai strategis yang tidak boleh disia-siakan oleh pemain.
"Sisa satu menit pun harus dimanfaatkan sebagai peluang. Mental juara tidak mengenal menyerah," ungkapnya menyemangati para calon pemain.
Proses seleksi ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah DPD PDI Perjuangan DIY dalam membentuk tim yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga solid dalam kerja sama kolektif. Setelah seleksi awal, Tim Manajemen Banteng Istimewa Yogyakarta dijadwalkan melanjutkan program latihan intensif dalam beberapa pekan sebelum keberangkatan menuju Surabaya untuk mengikuti Soekarno Cup 2026.
Kehadiran Tim Banteng Istimewa Yogyakarta pada ajang tersebut diharapkan menjadi momentum pembuktian kapasitas kader-kader PDI Perjuangan DIY dalam bersaing di tingkat nasional bersama kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto, menambahkan bahwa sebagai partai pelopor, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, khususnya di bidang olahraga seperti sepak bola.
Ia juga menilai bahwa inisiatif ini sejalan dengan tradisi panjang berbagai institusi di Indonesia yang telah menjadikan olahraga sebagai sarana pembinaan sumber daya manusia.
"Sepak bola adalah milik semua anak bangsa, milik semua golongan. Kompetisi nasional internal partai ini harus kita lihat sebagai langkah maju dalam memperkuat ekosistem sepak bola nasional. Fasilitasi seperti ini tentu sangat bermakna bagi anak-anak muda di pelosok negeri yang memiliki mimpi menjadi pemain sepak bola nasional," ujar Yan Kurnia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten Bantul terus mengoptimalkan peran dan fungsi relawan dalam penanganan persoalan sosial maupun kemanusiaan
15 ucapan selamat pulang haji penuh doa dan harapan haji mabrur untuk keluarga, sahabat, dan kerabat yang baru kembali dari Tanah Suci.
Krisis chip AI diperkirakan membuat pengiriman smartphone global anjlok 13,9% pada 2026. Apple dan Samsung dinilai paling siap bertahan.
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Puntung rokok masih menjadi salah satu jenis sampah yang paling mudah ditemukan di ruang publik. Ukurannya yang kecil membuatnya sering luput dari perhatian
Pemkab Kulonprogo siapkan SK penonaktifan Lurah Garongan jika status hukum naik menjadi tersangka. Simak penjelasan Bupati Agung Setyawan terkait kasus pungli.