Persik Kediri vs PSS Sleman 2-1 di Babak Pertama, Ernesto Gomez Cetak Brace
Persik Kediri unggul 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama pekan keenam Super League 2026/2027 berkat brace Ernesto Gomez.
Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Kelompok Teknologi Kebencanaan dan Energi BRIN, Hari Soekarno ditemui pada Senin (8/6/2026)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai melakukan penyelidikan terhadap fenomena kemunculan api di sebuah rumah warga di Seyegan, Sleman. Untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut, BRIN berencana melakukan analisis menggunakan metode kromatografi gas guna mengidentifikasi jenis gas yang kemungkinan memicu kemunculan api.
Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Hari Soekarno, bersama tim melakukan survei awal di lokasi pada Senin (8/6/2026). Dalam tahap awal, BRIN akan mengkaji hasil penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh sejumlah institusi, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Mungkin nanti kami akan diskusi dengan peneliti-peneliti sebelumnya, baik dari UGM, kemudian dari UPN, dan dari BNPB. Nanti dari hasil kunjungan kami ini selanjutnya kami akan mengadakan diskusi penelitian apa saja yang sudah dilakukan,” kata Hari.
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar penelitian yang dilakukan BRIN dapat melengkapi hasil kajian yang telah tersedia.
“Selanjutnya kami akan melengkapinya. Mungkin kalau ada yang belum dilakukan, nanti kami akan melengkapinya,” ujarnya.
Fokus Teliti Kandungan Gas
Hari menjelaskan salah satu pertanyaan utama yang masih belum terjawab adalah sumber dan pemantik kemunculan api yang terjadi berulang kali di rumah warga tersebut.
Ia menilai jika gas fosfin terbentuk dari instalasi pengolahan limbah pemotongan ayam di sekitar lokasi, gas tersebut semestinya langsung terlepas ke atmosfer karena sistem pengelolaannya bersifat terbuka.
“Tetapi kalau kami melihat dari instalasi limbahnya, seandainya terbentuk gas fosfin pun menurut saya sudah akan lepas ke atmosfer,” katanya.
Karena itu, BRIN berencana mengambil sampel gas dari ruangan yang kerap menjadi lokasi munculnya api untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
“Kami akan melakukan sampling gas dari ruangan yang sering terbakar dan selanjutnya akan dilakukan analisa gas,” ujar Hari.
Metode yang akan digunakan adalah kromatografi gas (gas chromatography), yakni teknik analisis yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi komposisi berbagai jenis gas dalam sampel.
Hari mengatakan pengujian akan difokuskan pada kemungkinan keberadaan gas hidrogen dan metana.
“Problemnya nanti sampling gas. Menurut informasi yang kami terima, konsentrasinya sangat rendah. Ini juga nanti akan menjadi kendala,” tuturnya.
Dekomposisi Organik Dinilai Kurang Kuat
Berdasarkan pengamatan awal, Hari menilai kemungkinan fenomena tersebut dipicu oleh gas hasil dekomposisi organik dari limbah pemotongan ayam relatif kecil.
Menurutnya, sistem pengelolaan limbah yang terbuka membuat gas yang terbentuk lebih mudah terlepas ke udara sehingga tidak terakumulasi di dalam tanah.
“Kalau saya melihat dari instalasi limbah pemotongan ayam, kemungkinan bahwa itu adalah dari dekomposisi organik menurut saya tidak. Karena pengelolaan limbahnya itu sudah langsung terbuang ke atmosfer,” tegasnya.
Pemantik Api Masih Menjadi Tanda Tanya
BRIN juga masih mempertanyakan mekanisme kemunculan api apabila sumbernya berasal dari gas metana.
Hari menjelaskan bahwa metana pada umumnya memerlukan sumber pemantik untuk dapat terbakar dan tidak mudah menyala secara spontan pada suhu ruang.
“Karena gas alam kalau itu metan, harus ada pemantik. Dan dia tidak bisa di suhu ruangan langsung terbakar. Kalau ini kan langsung terbakar, ini yang masih menjadi tanda tanya kita,” katanya.
Hasil analisis gas yang akan dilakukan BRIN diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kemunculan api yang hingga kini masih menjadi misteri dan telah berulang kali terjadi di rumah warga Seyegan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persik Kediri unggul 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama pekan keenam Super League 2026/2027 berkat brace Ernesto Gomez.
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.
Survei IPO menempatkan Meutya Hafid di posisi ke-10 menteri berkinerja terbaik dengan 5,9% dalam survei nasional Oktober 2026.
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026. Kementerian PU menargetkan proyek rampung akhir 2027.
SSB Bapack Jogja menjadi wadah para bapak belajar sepak bola, menjaga kebugaran, memperluas pertemanan, dan menghidupkan mimpi masa kecil.