Sidang Banding Kasus Chromebook, Nadiem Minta Putusan Dikaji Ulang
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta menghadirkan fitur baru dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SMP 2026/2027 berbasis real time online (RTO), yang memungkinkan calon peserta didik mengubah pilihan sekolah secara langsung selama proses seleksi berlangsung.
Inovasi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada calon siswa SMP dalam menyesuaikan strategi pilihan sekolah berdasarkan peringkat sementara yang terus diperbarui secara real time, sehingga proses seleksi menjadi lebih adaptif dan transparan.
Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data, dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, mengatakan fitur perubahan pilihan sekolah dapat digunakan pada setiap jalur seleksi.
"Dalam SPMB RTO ada perubahan pilihan sekolah pada setiap jalurnya. Jadi, calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua," kata Mannarima di Yogyakarta, Sabtu.
Menurutnya, mekanisme tersebut memberi kesempatan bagi calon peserta didik untuk menyesuaikan pilihan sekolah apabila posisi mereka dalam peringkat seleksi berubah.
"Sehingga ketika melihat peringkatnya (calon siswa baru) sudah tidak masuk di pilihan pertama bahkan kedua, masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain," ujarnya.
Namun, perubahan pilihan sekolah hanya dapat dilakukan selama masa pendaftaran setiap jalur masih berlangsung. Sebagai contoh, untuk jalur prestasi umum, perubahan hanya dapat dilakukan pada periode 22–24 Juni 2026.
Untuk mendukung kelancaran proses SPMB SMP 2026, Dindikpora Kota Yogyakarta juga membuka posko konsultasi di kantor dinas serta posko layanan di setiap sekolah.
"Posko ini disiapkan untuk membantu masyarakat atau calon siswa baru memperoleh informasi dan pendampingan selama proses pendaftaran," katanya.
Kuota SPMB SMP Yogyakarta 2026 Dibagi dalam Beragam Jalur
Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menjelaskan bahwa sistem RTO SPMB SMP 2026 membagi kuota penerimaan ke dalam beberapa jalur dengan persentase berbeda untuk memastikan pemerataan akses pendidikan.
Rinciannya, jalur domisili radius sebesar lima persen, jalur domisili dalam daerah 40 persen, jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) 19 persen, jalur afirmasi disabilitas enam persen, jalur prestasi khusus 15 persen, jalur prestasi umum 10 persen, serta jalur mutasi dan kemaslahatan guru lima persen.
Budi menyebutkan, jumlah lulusan SD di Kota Yogyakarta setiap tahun mencapai sekitar 6.800 siswa.
Sementara itu, daya tampung SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta mencapai hampir 9.000 kursi, sehingga secara kapasitas seluruh lulusan dipastikan dapat tertampung di jenjang SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan ASN harus dijaga dari judi online dan pinjaman online ilegal demi menjaga integritas pemerintahan.
Tingkatkan Layanan Masyarakat, Anggota DPR RI Vita Ervina Desak BPJS Tepat Waktu Bayar Klaim Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.