SiBakul Jogja Sport Fest 2026 Bidik UMKM Naik Kelas
Sibakul Jogja Festival 2026 Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi Sport Tourism
Kegiatan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 di Teras Malioboro I pada Sabtu (28/6/2026)/ Harian Jogja-Stefani Yulindriani
JOGJA–Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penyelenggaraan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026. Mengusung konsep kolaborasi antara olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi, festival ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas UMKM sekaligus memperkuat daya tarik wisata DIY.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengatakan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga etalase digital dan luring bagi produk-produk UMKM DIY yang memungkinkan terjadinya transaksi secara langsung.
"Kami berharap UMKM bisa berkembang, naik kelas, dan koperasi semakin tangguh. Sibakul merupakan etalase yang menampilkan produk-produk UMKM sehingga dapat mendorong transaksi dan memperluas pasar," ujarnya di Teras Malioboro I pada Sabtu (28/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan festival yang memasuki tahun keempat ini menjadi bukti sinergi antara sektor olahraga dan UMKM. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah ingin menciptakan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha.
"Kami terus mendorong UMKM naik kelas. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara olahraga dan UMKM agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha di daerah," katanya.
Agus menjelaskan, SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas UMKM, mulai dari pelaku usaha berskala kecil hingga yang telah berkembang. Ia optimistis perputaran ekonomi pada tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya seiring bertambahnya rangkaian kegiatan dan jumlah peserta.
"Tahun ini jelas ada peningkatan. Ada kategori half marathon, kemudian event untuk pelajar, sehingga skalanya lebih besar dibandingkan tahun lalu. Harapannya dampaknya terhadap UMKM dan pariwisata Jogja juga semakin besar," ucapnya.
Meski pemerintah menerapkan efisiensi anggaran, Agus memastikan penyelenggaraan festival tetap berjalan melalui skema kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Karena ada efisiensi, kami mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga penyelenggaraan tetap optimal," katanya.
Ia menambahkan, jumlah UMKM yang akan dilibatkan masih dalam proses finalisasi, namun dipastikan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, target peserta lomba lari pada festival tahun ini mencapai sekitar 5.000 pelari dari kategori 5 kilometer, 10 kilometer, dan half marathon.
Sementara itu, Paniradya Pati Keistimewaan DIY, Kurniawan, menilai keistimewaan DIY harus hadir dalam upaya memperkuat identitas UMKM di tengah masyarakat. Menurutnya, festival seperti Sibakul menjadi media efektif untuk memperkenalkan karakter produk lokal sekaligus mengangkat citra Yogyakarta.
"Keistimewaan harus hadir agar identitas UMKM menjadi bagian dari masyarakat. Event seperti ini efektif untuk mempromosikan produk sekaligus memperkuat karakter dan identitas UMKM Jogja di ruang publik," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival juga diharapkan memberi dampak terhadap penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas pariwisata dan transaksi produk UMKM.
Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Fajar Kurniawan, melihat penyelenggaraan lomba lari dalam SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet.
"Kami membutuhkan wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet. Melalui event ini kami berharap muncul pelari-pelari muda, khususnya dari kategori pelajar 5 kilometer dan 10 kilometer, yang nantinya dapat dibina hingga tingkat nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sibakul Jogja Festival 2026 Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi Sport Tourism
Anthropic, pengembang AI Claude, meluncurkan program penemuan obat berbasis AI dengan fokus pada penyakit terabaikan yang selama ini kurang mendapat perhatian i
NASA berjanji mengirim bola sepak ke Bulan jika Timnas Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia 2026. Tantangan unik ini terinspirasi misi Apollo 14.
Google meluncurkan Nano Banana 2 Lite dan Gemini Omni Flash. AI baru ini mampu membuat gambar dalam 4 detik serta mengedit video dengan perintah bahasa alami.
Pemkab Kulonprogo mengupayakan penyelesaian Jalan Plono-Nglinggo sepanjang 2,47 km untuk memperkuat akses wisata Menoreh dan mendongkrak ekonomi warga.
Jepang menempati posisi pertama negara paling sopan di dunia versi survei Remitly 2026. Indonesia belum masuk daftar 20 besar.