KAI Bersama TNI-Polri Tertibkan Kawasan Selatan Stasiun Yogyakarta

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 01 Juli 2026 18:27 WIB
KAI Bersama TNI-Polri Tertibkan Kawasan Selatan Stasiun Yogyakarta

Kegiatan sterilisasi kawasan sisi selatan Stasiun Yogyakarta Rabu (1/7/2026). (istimewa Daop 6)

Harianjogja.com, JOGJA— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menertibkan kawasan sisi selatan Stasiun Yogyakarta melalui kegiatan sterilisasi yang melibatkan aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah wilayah, dan jajaran KAI, Rabu (1/7/2026).

Penataan dilakukan pada area jalan, trotoar, dan kawasan parkir sisi selatan stasiun yang selama ini ditempati kios liar, pedagang kaki lima (PKL), serta aktivitas usaha tanpa izin. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan stasiun sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan tertata bagi masyarakat maupun pelanggan kereta api.

Deputy Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan stasiun yang lebih representatif.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah wilayah, serta seluruh personel yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini," katanya, Rabu.

Menurut Rahim, keberadaan area publik yang tertata menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kereta api. Oleh karena itu, kawasan di sekitar stasiun harus dapat digunakan sesuai peruntukannya dan bebas dari aktivitas yang berpotensi mengganggu akses maupun kenyamanan pengguna jasa.

Ia menegaskan sterilisasi kawasan sisi selatan Stasiun Yogyakarta merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman sehingga pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih baik sejak tiba di area stasiun.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menambahkan kawasan stasiun merupakan salah satu wajah pelayanan perusahaan sehingga perlu dijaga kebersihan, ketertiban, dan keamanannya.

Menurutnya, sisi selatan Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu akses utama keluar masuk penumpang sehingga kondisinya harus mendukung mobilitas masyarakat tanpa hambatan.

"Sinergi dan upaya kolektif dari berbagai unsur stakeholder ini sangat kami apresiasi dan menjadi langkah penting bagi kenyamanan masyarakat pengguna transportasi kereta api," ujar Feni.

Ia menjelaskan keberadaan kios liar maupun pedagang yang memanfaatkan trotoar, badan jalan, dan sebagian area parkir berpotensi mengganggu fungsi ruang publik. Selain mengurangi kenyamanan dan estetika kawasan stasiun, kondisi tersebut juga dinilai dapat memengaruhi keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat.

KAI Daop 6 berharap kawasan yang telah ditertibkan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya sebagai akses pejalan kaki, jalur kendaraan, dan fasilitas pendukung pelayanan penumpang.

Feni menyebut seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar berkat dukungan seluruh pihak yang terlibat. Ke depan, KAI juga mengajak masyarakat ikut menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan stasiun agar kondisi yang telah ditata dapat dipertahankan.

"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kawasan Stasiun Yogyakarta diharapkan dapat menjadi ruang publik yang semakin tertata, nyaman, serta mencerminkan wajah transportasi perkeretaapian yang modern, aman, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada pelanggan," katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sebanyak 82 personel gabungan diterjunkan. Rinciannya terdiri atas 15 personel TNI, 12 personel Polri, 12 personel Satpol PP, perwakilan dari tujuh kecamatan di Kota Jogja, serta 36 personel KAI Daop 6 Yogyakarta yang dipimpin langsung oleh Rahim Ramdani.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online