Inflasi Jogja Juni 2026 Stabil, BI Pastikan Sesuai Target

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 02 Juli 2026 02:37 WIB
Inflasi Jogja Juni 2026 Stabil, BI Pastikan Sesuai Target

Infografis inflasi DIY, Juni 2026.ist/bijogja

Harianjogja.com, JOGJA — Laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Juni 2026 masih terkendali meski mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month to month/mtm) DIY tercatat sebesar 0,37%, meningkat dari Mei 2026 yang berada di angka 0,15%.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi DIY mencapai 2,91%, sedikit lebih tinggi dibanding Mei yang tercatat 2,77%. Kenaikan ini masih berada dalam rentang target nasional, sehingga dinilai tetap stabil dan terkendali.

Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Tekanan inflasi pada Juni didominasi oleh kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,31% (mtm). Lonjakan ini dipicu kenaikan harga bensin, khususnya Pertamax, yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026.

Selain BBM, kenaikan tarif kereta api, angkutan udara, serta harga pelumas kendaraan juga turut memberi kontribusi terhadap inflasi. Kondisi ini tidak lepas dari fluktuasi harga minyak global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dunia.

Harga Pangan Relatif Stabil

Berbeda dengan transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau relatif stabil secara bulanan. Meski demikian, terjadi dinamika harga antar komoditas.

Sejumlah bahan pokok seperti bawang merah dan bawang putih masing-masing menyumbang inflasi 0,04%, disusul wortel sebesar 0,03%. Namun tekanan ini berhasil diredam oleh penurunan harga daging ayam ras serta cabai rawit, sawi hijau, dan terong yang mengalami deflasi.

Emas Turun, Tekan Inflasi

Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi sebesar 0,03%. Penurunan ini dipicu melemahnya harga emas perhiasan seiring tren harga emas global.

BI DIY Pastikan Inflasi Tetap Terjaga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan inflasi di wilayahnya masih dalam batas aman.

“Inflasi DIY pada Juni 2026 masih terkendali dan berada dalam koridor target nasional. Kami optimistis hingga akhir tahun tetap terjaga dengan sinergi yang kuat bersama TPID,” ujar Sri Darmadi.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi terus diperkuat melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui program MRANTASI bersama PKK, serta distribusi 10.000 bibit cabai rawit ke 66 kalurahan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bank Indonesia DIY meyakini inflasi sepanjang 2026 akan tetap berada di kisaran target nasional 2,5±1% (yoy), sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online