Bocah Hilang Terseret Ombak di Bantul, SAR Lanjutkan Pencarian Besok

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 05 Juli 2026 21:17 WIB
Bocah Hilang Terseret Ombak di Bantul, SAR Lanjutkan Pencarian Besok

Tim SAR menyisir kawasan Pantai Gua Cemara, Bantul, Minggu (5/7/2026) untuk mencari seorang anak berusia 8 tahun dilaporkan terseret ombak saat bermain di tepi pantai. Ist/basarnas

Harianjogja.com, BANTUL — Peristiwa nahas terjadi di kawasan Pantai Gua Cemara, Bantul, Minggu (5/7/2026) siang. Seorang anak berusia 8 tahun dilaporkan terseret ombak saat bermain di tepi pantai. Hingga operasi hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Muhammad Bara Rizki Wardana (8), warga Banguntapan, Bantul. Informasi yang diterima Kantor SAR Yogyakarta menyebutkan kejadian terjadi sekitar pukul 13.27 WIB saat korban tengah berada di area bibir pantai bersama keluarga.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya bermain bersama ayah dan adiknya mencari kepiting di sekitar pantai. Setelah itu, korban bermaksud mencuci tangan dan kaki di tepi laut. Namun, secara tiba-tiba ombak datang dari arah samping dan menyeret korban bersama adiknya.

Ayah korban langsung berusaha melakukan penyelamatan. Adik korban berhasil diselamatkan, namun Muhammad Bara Rizki Wardana terseret arus dan hilang di laut.

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke petugas setempat, termasuk Pokdarwis, Marnit Kuwaru, serta SAR Linmas Wilayah IV yang langsung melakukan upaya pencarian awal sebelum Tim SAR Gabungan diterjunkan.

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan operasi pencarian langsung dilakukan dengan membagi tim ke dua sektor pencarian.

“SRU 1 melakukan penyisiran ke arah timur sejauh kurang lebih 500 meter, sedangkan SRU 2 menyisir ke arah barat sejauh 500 meter dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Meski upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Operasi hari pertama pun dihentikan sementara sekitar pukul 17.00 WIB.

“Pencarian akan dilanjutkan pada Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB dengan evaluasi dan penyesuaian strategi di lapangan,” tambahnya.

Pantai Selatan DIY Rawan Arus Kuat

Insiden ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di kawasan pantai selatan DIY. Ombak besar dan arus balik (rip current) kerap terjadi secara tiba-tiba dan berbahaya, terutama bagi wisatawan yang tidak memahami karakter pantai.

Sepanjang musim liburan, sejumlah kejadian serupa kerap dilaporkan di kawasan pantai Bantul dan Gunungkidul. Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk selalu mematuhi rambu keselamatan dan arahan petugas.

Rio menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama saat beraktivitas di pantai. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak bermain terlalu dekat dengan bibir pantai,” ujarnya.

Cuaca saat proses pencarian dilaporkan dalam kondisi cerah, sehingga diharapkan dapat mendukung kelanjutan operasi pada hari berikutnya.

Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan akan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran demi menemukan korban secepat mungkin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online