Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas pembuatan konten video di kawasan wisata Pantai Siung, Gunungkidul, nyaris berujung petaka. Seorang pengunjung asal Pekalongan, Jawa Tengah, terseret ombak laut saat berada di area berbatu pantai tersebut, namun berhasil diselamatkan berkat kesigapan petugas SAR yang berjaga.
Peristiwa kecelakaan laut ini terjadi di Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban diketahui bernama Tito yang datang bersama rekannya, Arief, untuk berwisata sekaligus membuat video di kawasan pantai.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Sadeng, Sunu Handoko, menjelaskan kejadian bermula saat korban dan temannya berada di sebuah batu di sisi timur jalur keluar masuk perahu nelayan. Saat asyik membikin konten video, jas hujan model ponco milik Tito tiba-tiba terjatuh ke laut.
Korban kemudian berupaya mengambil jas hujan tersebut. Namun, pada saat bersamaan, ombak besar datang dan langsung menyeret korban ke arah tengah laut. Melihat situasi berbahaya tersebut, Arief segera meminta bantuan kepada petugas yang berjaga di kawasan Pantai Siung.
Teriakan minta tolong yang terdengar di sekitar lokasi langsung direspons oleh petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I yang tengah bertugas. Sejumlah personel segera bergerak menuju titik kejadian untuk melakukan proses penyelamatan korban yang terseret ombak.
“Tim kami langsung membawa tali dan pelampung untuk diberikan ke korban dengan cara dilempar ke arah korban terseret arus,” kata Sunu, Minggu siang.
Menurut Sunu, upaya penyelamatan yang dilakukan oleh petugas jaga membuahkan hasil. Korban berhasil meraih pelampung yang dilemparkan sehingga dapat ditarik perlahan menuju tepi pantai.
“Meski agak lemas, korban bisa diselamatkan dengan kondisi yang baik,” katanya.
Seusai dievakuasi, korban langsung dibawa ke Posko SAR Pantai Siung untuk menjalani pemeriksaan dan pemulihan akibat syok setelah terseret ombak. “Korban sempat minum air laut, tapi setelah diperiksa di pos keadaannya berangsur-angsur pulih,” katanya.
Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, turut mengimbau para pengunjung wisata pantai agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama di tengah kondisi cuaca yang kerap ekstrem dan potensi gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan.
“Kami imbau untuk tidak bermain di area yang berbahaya. Ini sebagai upaya mengurangi risiko dari hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Ia menambahkan, imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada wisatawan, tetapi juga masyarakat secara umum. “Kondisi sekarang sering terjadi cuaca ekstrem, maka harus diwaspadai. Harapannya tidak terjadi apa-apa, tapi tetap harus berhati-hati saat beraktivitas, khususnya di luar rumah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
13 Agustus 2026 diperingati sebagai HUT Mahkamah Konstitusi RI ke-23 dan Hari Pengguna Tangan Kiri Internasional. Simak sejarah dan makna kedua peringatan ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.