PSIM Jogja Butuh Kemenangan, Cahya Antusias Lawan Persija
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
JBBA
Harianjogja.com, JOGJA— Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 akan digelar pada Rabu (15/7/2026) sebagai ajang apresiasi bagi perusahaan, institusi, dan organisasi yang dinilai mampu menghadirkan pertumbuhan sekaligus menjaga komitmen terhadap keberlanjutan, budaya, dan manfaat bagi masyarakat. Seluruh penerima penghargaan ditetapkan melalui proses riset independen agar hasil penilaian lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Smartly Cultured, Sustainably Driven dengan menjadikan nilai Hamemayu Hayuning Bawana sebagai landasan utama dalam proses penilaian. Konsep tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, mengatakan JBBA 2026 tidak sekadar memberikan penghargaan kepada entitas dengan capaian terbaik. Menurutnya, penghargaan tersebut dirancang sebagai instrumen untuk mengukur komitmen perusahaan maupun lembaga dalam membangun ekosistem bisnis yang bertanggung jawab, adaptif, dan berkelanjutan.
Anton menjelaskan, perkembangan dunia usaha saat ini menuntut pelaku bisnis tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Perusahaan dan institusi juga dituntut mampu menjaga keseimbangan antara aspek sosial, budaya, dan lingkungan sehingga manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"JBBA bukan sekadar ajang penghargaan. Kami ingin menghadirkan tolok ukur baru bagi perusahaan dan institusi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat," kata Anton, Selasa (14/7/2026).
Ketua Panitia JBBA 2026, Della Ainun, mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah rampung. Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara independen oleh tim riset sehingga penghargaan diberikan berdasarkan capaian, rekam jejak, dan kontribusi nyata masing-masing peserta.
Menurut Della, penghargaan tahun ini tetap mencakup berbagai sektor strategis yang berperan dalam pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai dari dunia usaha, lembaga pendidikan, institusi publik, hingga organisasi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi, pelayanan, dan dampak positif bagi masyarakat.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan, lembaga, maupun institusi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Yogyakarta. Kami berharap JBBA juga dapat memotivasi lahirnya praktik-praktik terbaik di berbagai sektor," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Riset JBBA 2026, Budi Cahyana, menjelaskan proses penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui riset yang komprehensif. Tim penilai tidak hanya mengukur capaian bisnis, tetapi juga menelaah rekam jejak organisasi, tata kelola, inovasi, dampak sosial, hingga persepsi publik terhadap setiap entitas yang dinilai.
Untuk menjaga objektivitas, tim riset memanfaatkan berbagai sumber data, antara lain digital media monitoring, pemberitaan media massa, informasi publik, serta tingkat kepatuhan terhadap regulasi. Pendekatan tersebut dilakukan agar hasil penilaian memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Budi menambahkan, penilaian JBBA 2026 mengacu pada tiga klaster utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut dipilih karena dinilai mencerminkan arah pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui mekanisme tersebut, JBBA diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat sekaligus mendorong perusahaan, institusi, dan organisasi untuk terus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga petir di sejumlah kota Indonesia pada 13 Oktober 2026. Wilayah DIY berawan dengan suhu Jogja mencapai 35 derajat Celsius.
Coventry City menang 4-1 atas Newcastle United di Liga Inggris 2026/2027. Hasil ini membawa tim Frank Lampard keluar dari zona degradasi.
DPRD Bantul dan Satpol PP mengedukasi pelajar SMPN 3 Pajangan tentang bahaya miras dan narkoba serta mendorong siswa berani melaporkan peredarannya.
Makeup saat olahraga tetap bisa digunakan, tetapi pemilihan foundation, sunscreen, dan produk sesuai jenis kulit penting untuk mengurangi risiko masalah kulit.
Pemerintah belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Menko Polkam Dudung Abdurachman menyebut penanganan masih mampu dilakukan.