30 Juli: Hari Pramuka, Persahabatan, dan Snorkeling Sedunia!

Jumali
Jumali Kamis, 30 Juli 2026 06:57 WIB
30 Juli: Hari Pramuka, Persahabatan, dan Snorkeling Sedunia!

Kegiatan snorkeling/Istockphoto

Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 30 Juli menyimpan sejumlah momen penting yang diperingati baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, terdapat peringatan Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Sementara di kancah global, tanggal ini diperingati sebagai Hari Persahabatan Sedunia, Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia, dan Hari Snorkeling Sedunia. Keempat peringatan ini memiliki latar belakang sejarah dan tujuan yang berbeda, namun sama-sama mengandung pesan mendalam bagi masyarakat.

Hari Ikrar Gerakan Pramuka: Tonggak Sejarah Kepanduan Indonesia

Hari Ikrar Gerakan Pramuka diperingati setiap tanggal 30 Juli sebagai momen bersejarah bagi gerakan kepanduan di Indonesia. Sejarahnya bermula dari upaya pemerintah dan MPRS untuk membenahi organisasi kepramukaan di Indonesia pada tahun 1960. Pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh gerakan kepramukaan Indonesia sekaligus membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka .

Puncaknya terjadi pada 30 Juli 1961, ketika seluruh tokoh kepanduan Indonesia menggabungkan diri dengan organisasi Pramuka di Istora Senayan. Peristiwa ini terjadi setelah lampiran keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 dikeluarkan oleh panitia, dan kemudian dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Peringatan ini menjadi pengingat akan semangat persatuan dan dedikasi para tokoh kepanduan dalam membangun generasi muda yang berkarakter.

Hari Persahabatan Sedunia: Merayakan Solidaritas dan Keragaman

Majelis Umum PBB mengumumkan penetapan Hari Persahabatan Sedunia pada tahun 2011, sebagai inisiatif yang mengikuti proposal UNESCO. Hari ini bertujuan untuk mendorong persahabatan antar masyarakat, negara, dan budaya sebagai inspirasi bagi upaya perdamaian dan pembangunan jembatan antar komunitas . PBB mendorong setiap golongan untuk mengadakan kegiatan dialog antar peradaban, solidaritas, saling pengertian, dan rekonsiliasi, sekaligus mempromosikan pemahaman internasional dan rasa hormat pada keragaman.

Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia: Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia diperingati setiap 30 Juli sebagai bentuk kepedulian global terhadap maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sejarahnya dimulai dari pertemuan koordinasi dan kolaborasi internasional yang dihadiri oleh ILO, IOM, UNICEF, UN Women, UNHCR, dan UNODC untuk membentuk kelompok anti TPPO, yang kemudian melahirkan Kelompok Koordinasi Antar Lembaga Anti Perdagangan Manusia (ICAT) pada Maret 2007 .

Majelis Umum PBB kemudian membuat rencana melawan TPPO dengan adanya "Dana Perwakilan Sukarela-PBB". Pada tahun 2013, resolusi bernomor A/RES/68/192 dibuat dan 30 Juli ditetapkan sebagai Hari Anti Perdagangan Internasional . Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi bersama dalam memberantas kejahatan kemanusiaan ini.

Hari Snorkeling Sedunia: Merayakan Keindahan Bawah Laut

Hari Snorkeling Sedunia diperingati setiap tanggal 30 Juli untuk merayakan aktivitas snorkeling yang memungkinkan manusia menikmati keindahan dunia bawah laut. Peringatan ini berawal dari tanggal 30 Juli 1932, ketika Joseph L. Belcher, orang yang mendesain snorkel, mengajukan permohonan paten . Pada bulan Desember 1969, Lembaga Standar Inggris menerbitkan standar Inggris BS 4532 berjudul "Spesifikasi untuk snorkel dan masker wajah", yang semakin mempopulerkan aktivitas ini. Hari ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian laut dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online