League Cup Batasi 3 Pemain Asing, Ini Kata Pelatih PSIM Jogja

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 12 Agustus 2026 06:07 WIB
League Cup Batasi 3 Pemain Asing, Ini Kata Pelatih PSIM Jogja

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja harus menghadapi tantangan baru menjelang bergulirnya League Cup 2026/2027. Meski memiliki 11 pemain asing dalam skuadnya, Laskar Mataram hanya diperbolehkan mendaftarkan tiga pemain asing sesuai regulasi turnamen yang ditetapkan I.League.

Namun, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel tidak melihat aturan tersebut sebagai masalah besar. Pelatih asal Belanda itu justru menilai kondisi tersebut bisa menjadi kesempatan emas bagi para pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Van Gastel menegaskan seluruh klub harus menghormati dan menjalankan regulasi yang telah ditetapkan penyelenggara kompetisi. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan pembatasan jumlah pemain asing dalam ajang League Cup.

"Itulah aturannya, jadi kita harus mematuhi aturan tersebut. Jadi, begitulah keadaannya," ujar Van Gastel usai memimpin sesi latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Jogja, Selasa (11/8/2026).

Saat ini PSIM menjadi salah satu klub yang memiliki jumlah pemain asing cukup banyak. Total terdapat 11 pemain asing yang menghuni skuad Laskar Mataram. Enam pemain merupakan bagian dari tim musim lalu yang dipertahankan manajemen, sementara lima pemain lainnya direkrut pada bursa transfer musim ini.

Meski mayoritas pemain asing tidak dapat dimainkan di League Cup, Van Gastel tetap optimistis. Menurutnya, kualitas pemain lokal yang dimiliki PSIM cukup baik untuk bersaing dan memberikan kontribusi maksimal.

"Menurut saya tidak masalah memainkan sebagian besar pemain lokal di Piala Liga. Saya pikir pemain-pemain lokal kita bagus," katanya.

Pelatih yang pernah menangani Feyenoord Rotterdam itu bahkan mengaku puas dengan perkembangan pemain lokal yang dimiliki PSIM. Ia menilai para pemain menunjukkan kualitas yang layak untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Beberapa pemain lokal yang menjadi andalan PSIM antara lain kiper Cahya Supriadi dan bek Raka Cahyana. Keduanya juga pernah mendapatkan panggilan memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai kelompok usia maupun level senior.

Meski demikian, Van Gastel mengakui terdapat perbedaan karakteristik antara pemain lokal dan pemain asing. Namun ia enggan membuat perbandingan secara langsung karena setiap pemain memiliki kelebihan masing-masing.

"Ya, tentu berbeda. Sulit untuk membandingkannya, tapi secara keseluruhan saya puas dengan pemain-pemain lokal saya," ujarnya.

Selain aturan pemain asing, Van Gastel justru menyoroti aspek lain yang menurutnya lebih mengkhawatirkan, yakni padatnya jadwal pertandingan pada penghujung tahun. Menurutnya, banyaknya pertandingan dalam rentang waktu singkat berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain dan manajemen tim.

"Satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan oleh asosiasi adalah rentang waktu pertandingan yang harus kita jalani pada November dan Desember. Menurut saya itu akan agak sulit karena ada begitu banyak pertandingan dalam waktu yang singkat," kata dia.

PSIM sendiri baru saja menambah kekuatan dengan merekrut pemain asal Kosta Rika, Marvin Loria. Kehadiran Loria membuat jumlah pemain asing Laskar Mataram menjadi 11 orang.

Selain Marvin Loria, sejumlah rekrutan asing baru yang bergabung musim ini adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, dan Mauro Caballero. Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan daya saing PSIM dalam menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Dengan regulasi League Cup yang membatasi hanya tiga pemain asing, perhatian kini tertuju pada kemampuan pemain lokal PSIM untuk membuktikan kualitas mereka. Situasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Van Gastel untuk memperluas rotasi pemain dan menguji kedalaman skuad sebelum menghadapi kompetisi yang lebih panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online