DPRD DIY Sesuaikan Raperda Bencana dengan Aturan Pusat
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Bek PSIM Jogja Ondrej Rudzan di Stadion Mandala Krida, Senin (31/8/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Bek PSIM Jogja, Ondrej Rudzan, ingin Laskar Mataram segera bangkit saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan berikutnya Super League 2026/2027. Dia menilai sejumlah kekurangan dari laga kontra Persita Tangerang harus segera dibenahi agar PSIM tidak kembali kehilangan poin.
PSIM akan bertandang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, untuk menghadapi Persebaya pada Minggu (13/9/2026) malam. Rudzan menjadikan pertandingan tersebut sebagai kesempatan bagi tim untuk menunjukkan permainan yang lebih baik sekaligus mengejar kemenangan.
“Ini adalah kesalahan kami, tetapi kami harus memperbaikinya karena permainan tim kami belum cukup baik. Lawan menunggu kesalahan kami dan kami terlalu mudah kehilangan bola,” kata Rudzan, Jumat (11/9/2026).
PSIM Diminta Perbaiki Kombinasi Permainan
Pemain asal Republik Ceko itu menilai persoalan PSIM tidak sebatas kehilangan penguasaan bola. Kombinasi permainan antarpemain serta kemampuan mengubah tempo juga perlu ditingkatkan agar Laskar Mataram lebih efektif saat menghadapi lawan.
“Kami harus tampil lebih baik dalam kombinasi permainan, lebih sering mengubah ritme, serta meningkatkan performa di area penyerangan maupun pertahanan,” ujarnya.
Menurut Rudzan, pembenahan tersebut penting karena PSIM membutuhkan hasil positif pada pertandingan berikutnya. Dia menegaskan tim tidak ingin kembali kehilangan poin saat menghadapi Persebaya.
“Kami harus membenahinya karena pertandingan berikutnya akan serupa, dan kami tidak ingin kalah,” tutur pemain kelahiran 25 Juli 1998 tersebut.
Ondrej Rudzan Nikmati Atmosfer Suporter PSIM
Pertandingan kontra Persebaya akan menjadi kesempatan kedua Rudzan memperkuat PSIM di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Sebelumnya, dia menjalani debut saat menghadapi Persita di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (5/9/2026).
Pada pertandingan tersebut, Rudzan untuk pertama kalinya merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Dia mengaku dukungan suporter PSIM menjadi pengalaman yang berkesan meski Laskar Mataram belum mampu mengamankan tiga poin.
Selain beradaptasi dengan lawan dan atmosfer kompetisi, Rudzan juga mulai menyesuaikan diri dengan kondisi sepak bola Indonesia, termasuk cuaca. Laga debutnya bersama PSIM berlangsung pada sore hari ketika matahari masih cukup terik.
Dia mengakui kondisi tersebut berbeda dari yang biasa dihadapinya. Namun, Rudzan tidak menjadikan cuaca sebagai alasan atas hasil pertandingan.
“Mengenai cuaca, memang tidak mudah, tetapi kondisinya sama bagi semua pemain,” ucapnya.
Laga Malam Lebih Nyaman bagi Rudzan
Rudzan merasa gaya bermainnya yang banyak mengandalkan pergerakan membuat proses adaptasi terhadap cuaca tidak terlalu menjadi persoalan. Meski demikian, dia tetap mengakui panas matahari menjadi tantangan tersendiri.
“Karena tipe permainan saya banyak berlari, hal ini tidak terlalu menyulitkan bagi saya, meskipun terik matahari tetap menjadi tantangan,” ujarnya.
Berbeda dari laga debutnya, pertandingan PSIM melawan Persebaya akan berlangsung pada malam hari dengan kick-off pukul 19.00 WIB. Rudzan menilai waktu pertandingan tersebut akan memberikan kondisi yang lebih nyaman bagi pemain.
“Jadwal berikutnya kami akan berlaga pukul 19.00, sehingga cuacanya akan terasa jauh lebih nyaman bagi tim maupun bagi saya pribadi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jumlah penumpang kereta api Daop 6 Yogyakarta mencapai 1,17 juta pada Oktober 2026, naik 12,9% dibandingkan tahun lalu.
Kenali lima tanda WhatsApp berpotensi diakses orang lain, mulai dari perangkat asing hingga pesan mencurigakan. Simak cara mengecek dan mengamankannya.
DWS meminta Polri mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit.
Calvin Verdonk tampil impresif saat Lille ditahan Bodo/Glimt 0-0. Bek Timnas Indonesia itu meraih Man of the Match dan rating tinggi.
Enam skandal penyadapan ilegal pernah mengguncang dunia, mulai dari Watergate, Angela Merkel, Pegasus, hingga kasus News of the World.