Jogja Fashion Week 2026 Digelar, 82 IKM Siap Unjuk Karya

Newswire
Newswire Rabu, 12 Agustus 2026 21:02 WIB
Jogja Fashion Week 2026 Digelar, 82 IKM Siap Unjuk Karya

Jogja Fashion Week 2026 digelar 13-16 Agustus di JEC dengan 82 IKM DIY, talenta muda, desainer profesional, batik, kriya, dan sportswear. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Jogja Fashion Week (JFW) 2026 kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 13-16 Agustus 2026. Mengusung tema Roots to Resonance, Beyond, ajang tahunan ini tidak sekadar menghadirkan parade busana, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem mode yang menghubungkan pendidikan, industri kecil menengah (IKM), perancang muda, hingga desainer profesional di DIY.

Sedikitnya 82 IKM asal DIY ambil bagian dalam pameran yang berlangsung di Hall B dan C JEC. Produk yang ditampilkan terbagi dalam sejumlah klaster, mulai dari pakaian kasual, sportswear, kain etnik, hingga produk kriya.

Panggung Lebih Luas untuk Desainer Muda

Perwakilan Panitia JFW 2026, Aulia, mengatakan keterlibatan institusi pendidikan menjadi salah satu warna baru dalam penyelenggaraan tahun ini.

Panggung peragaan tidak hanya diisi sesi reguler. Panitia juga menyediakan ruang khusus bagi perancang busana dari kalangan pelajar dan mahasiswa, segmen anak-anak, serta parade yang diusung Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Indonesian Fashion Chamber (IFC).

"Kehadiran panggung khusus bagi asosiasi profesi seperti APPMI dan IFC merupakan yang pertama kalinya digelar di panggung JFW," katanya, Rabu (12/8/2026).

Keterlibatan asosiasi profesi tersebut memberikan ruang representasi yang lebih luas bagi desainer profesional DIY. Pada saat yang sama, kolaborasi antarpihak mempertemukan berbagai bagian dalam rantai pasok industri fesyen dalam satu ekosistem.

Ia menambahkan JFW 2026 tidak hanya berorientasi pada pertunjukan busana. Ajang ini juga menjadi ruang pertemuan antara talenta muda, institusi pendidikan, IKM, asosiasi profesi, dan pelaku industri mode.

Standar Penyelenggaraan JFW Terus Ditingkatkan

Dari sisi teknis, panitia juga melakukan peningkatan kualitas penyelenggaraan. JFW 2026 menggandeng koreografer asal Jakarta, Angga Irawan, serta meningkatkan spesifikasi tata cahaya dan pencahayaan panggung LED.

Peningkatan tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas pertunjukan sekaligus memperkuat posisi JFW sebagai ajang mode yang memiliki daya jangkau lebih luas.

"Langkah peningkatan standar ini ditujukan agar JFW senantiasa bertransformasi menjadi pusat referensi tren mode nasional yang bersumber dari DIY," katanya.

Pemda DIY Dorong Produk IKM Naik Kelas

Kepala Disperindag DIY, Anton Raharja, mengapresiasi pola kolaborasi yang dibangun melalui JFW 2026. Menurutnya, model tersebut dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha mode di daerah untuk meningkatkan daya saing.

"JFW ini menjadi ajang berperan penting sebagai batu loncatan guna mendongkrak daya saing para pelaku usaha mode di daerah," katanya.

Anton menegaskan Pemerintah Daerah DIY terus mendorong peningkatan standardisasi mutu produk. Upaya tersebut diperlukan agar karya IKM lokal Yogyakarta tidak hanya bertahan di pasar domestik.

Produk lokal diharapkan mampu tampil lebih percaya diri dan memimpin tren, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sportswear Lokal Ikut Meramaikan

Keragaman peserta menjadi salah satu karakter JFW 2026. Selain produk yang berkaitan dengan batik dan kriya, ajang ini juga menghadirkan lini sportswear lokal seperti Almer dan PSIM Store.

Kehadiran produk tersebut menunjukkan perkembangan fesyen lokal yang semakin beragam dalam menjawab kebutuhan busana sehari-hari. Di sisi lain, batik dan kriya tetap menjadi bagian penting dari identitas fesyen DIY.

Dengan komposisi peserta yang semakin beragam, JFW 2026 memperlihatkan pertemuan antara tradisi dan kebutuhan mode kontemporer dalam satu panggung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online