Banjarnegara Diguncang Gempa M2,2, Ini Penjelasan BMKG

Sunartono
Sunartono Rabu, 19 Agustus 2026 09:17 WIB
Banjarnegara Diguncang Gempa M2,2, Ini Penjelasan BMKG

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, BANJARNEGARA— Gempa bumi tektonik bermagnitudo 2,2 mengguncang wilayah Banjarnegara dan sekitarnya, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026) pagi. Gempa Banjarnegara tersebut terjadi pukul 07.07.16 WIB dan dirasakan di Punggelan serta Pandanarum dengan intensitas II MMI.

Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 7,28 derajat Lintang Selatan (LS) dan 109,65 derajat Bujur Timur (BT). Lokasinya berada di darat, sekitar 15 kilometer arah barat laut Banjarnegara, dengan kedalaman 12 kilometer.

Gempa Banjarnegara Termasuk Gempa Dangkal

Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi menjelaskan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal.

Gempa dangkal itu terjadi akibat aktivitas sesar aktif. Kendati getarannya dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan.

Gempa M2,2 tersebut dirasakan di Punggelan dan Pandanarum, Banjarnegara, dengan skala intensitas II MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sedikit orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

BMKG Pastikan Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG juga memastikan gempa Banjarnegara tersebut tidak berpotensi tsunami. Kepastian itu berdasarkan hasil pemodelan terhadap karakteristik gempa yang terjadi.

Ardhianto menyebut gempa tersebut masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan di Banjarnegara. Rangkaian itu berkaitan dengan gempa bermagnitudo 2,5 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 08.47.12 WIB.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengaitkan gempa dangkal tersebut dengan potensi tsunami. Namun, informasi mengenai perkembangan aktivitas kegempaan tetap perlu merujuk pada informasi resmi BMKG.

BMKG Minta Masyarakat Mengacu Informasi Resmi

BMKG mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi mengenai gempa bumi hanya berasal dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Informasi resmi BMKG dapat diperoleh melalui kanal Instagram/Twitter @infoBMKG, situs bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi Mobile Apps untuk iOS dan Android, yakni WRS-BMKG atau InfoBMKG.

Antisipasi gempa bumi yang efektif memerlukan langkah kesiapsiagaan terpadu, mulai dari memastikan konstruksi bangunan tahan gempa, mengamankan perabotan berat agar tidak mudah roboh, hingga menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok serta dokumen penting.

Selain itu, pemahaman mendalam mengenai rute evakuasi, titik kumpul aman, serta teknik perlindungan diri dasar—seperti metode drop, cover, and hold on (merunduk, berlindung, dan berpegangan)—sangat krusial untuk meminimalkan risiko cedera fatal saat guncangan terjadi. Simulasi evakuasi secara berkala juga perlu dilakukan bersama keluarga maupun rekan kerja agar setiap individu dapat merespons situasi darurat secara tenang dan terarah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online