Wisman ke YIA Naik 12 Persen, Pemda DIY Bidik Pasar Baru

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 03 Oktober 2026 20:37 WIB
Wisman ke YIA Naik 12 Persen, Pemda DIY Bidik Pasar Baru

Sejumlah wisatawan mancanegara. Antara/Fikri Yusuf

Harianjogja.com, JOGJA—Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Agustus 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat terdapat 13.876 kunjungan wisman pada bulan tersebut.

Jumlah itu tumbuh 12,08% dibandingkan Juli 2026 dan naik 10,53% dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, kunjungan wisman melalui Bandara YIA sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 78.229 kunjungan atau tumbuh 16,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Plt. Kepala BPS Provinsi DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan wisman yang datang langsung melalui Bandara YIA masih didominasi wisatawan dari Malaysia.

Pada Agustus 2026, wisman asal Malaysia mencapai 5.306 kunjungan atau 38,24% dari total kunjungan. Berikutnya Singapura dengan 1.128 kunjungan atau 8,13% dan Italia sebanyak 1.119 kunjungan atau 8,06%.

"Berdasarkan kawasan, ASEAN menyumbang 54,74% dari total kunjungan wisman, diikuti Eropa sebesar 29,39%," kata Endang.

DIY Incar Pasar Wisman Lebih Luas

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Eling Priswanto mengatakan peningkatan kunjungan wisman menunjukkan daya tarik kebudayaan, alam, serta kenyamanan infrastruktur penerbangan di DIY semakin solid di mata internasional.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, industri pariwisata, dan strategi promosi budaya yang dilakukan sepanjang paruh pertama 2026.

Meski Malaysia dan Singapura masih menjadi penyumbang terbesar wisman karena faktor aksesibilitas jarak dan konektivitas penerbangan langsung, Eling melihat masih terdapat peluang untuk memperluas pasar.

Untuk kawasan Asia Tenggara, Thailand dan Vietnam menjadi pasar yang dapat digarap. Kedua negara tersebut dinilai memiliki karakteristik minat budaya dan kuliner yang serupa serta pertumbuhan kelas menengah yang pesat.

Sementara itu, pasar Asia Timur seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang memiliki minat terhadap situs warisan budaya (UNESCO World Heritage Site), pertunjukan seni, serta pengalaman eco-tourism.

"Pasar Asia Timur seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, memiliki minat sangat tinggi terhadap situs warisan budaya (UNESCO World Heritage Site), pertunjukan seni, serta pengalaman eco-tourism," ujarnya, Sabtu (3/10/2026).

Pasar Eropa hingga Timur Tengah Jadi Sasaran

Eling juga menyebut pasar Eropa sebagai salah satu sasaran pengembangan kunjungan wisman. Prancis, Belanda, dan Jerman dinilai berpotensi karena wisatawan dari negara-negara tersebut cenderung menyukai liburan dalam waktu yang lebih lama.

Selain itu, wisata sejarah, interaksi dengan budaya lokal, serta kunjungan ke desa wisata juga menjadi karakteristik minat wisatawan dari pasar tersebut.

"Pasar Timur Tengah potensial digarap untuk kategori family tourism dan segmen wellness dan luxury travel," jelasnya.

Menurut Eling, perluasan pasar tersebut perlu ditopang peningkatan aksesibilitas penerbangan. Karena itu, Pemda DIY bersama sejumlah pihak tengah menjajaki pembukaan rute penerbangan langsung baru ke Bandara YIA.

Sejumlah Rute Langsung YIA Dijajaki

Eling mengatakan aksesibilitas menjadi kunci utama pengembangan wisata internasional. Saat ini Pemda DIY bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, PT Angkasa Pura, dan maskapai penerbangan berada dalam tahap penjajakan aktif untuk membuka rute penerbangan langsung baru ke YIA.

Guangzhou/Shanghai di Tiongkok menjadi salah satu prioritas utama. Rute tersebut dipertimbangkan karena jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia cukup besar.

Selain itu, Perth/Sydney dan Singapura juga dinilai potensial untuk dibuka. Rute tersebut diharapkan dapat menjaring wisatawan dari wilayah Oceania yang menyukai wisata budaya dan alam.

Eling juga menyebut pembukaan rute Bangkok, Thailand, berpotensi memperkuat konektivitas antarnegeri di kawasan ASEAN. Konektivitas tersebut juga dapat mempermudah pengembangan jaringan paket wisata lintas negara.

"India, penjajakan rute penerbangan atau kerja sama codeshare mengingat tingginya keterikatan sejarah dan budaya Hindu Buddha di Yogyakarta," lanjutnya.

Dengan pertumbuhan kunjungan wisman yang tercatat hingga Agustus 2026, pengembangan pasar baru dan penjajakan rute penerbangan langsung menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas pariwisata internasional DIY melalui Bandara YIA.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online