Chitato Gandeng TREASURE, Ajak Gen Z Buat Gebrakan dengan Gaya Sendiri
Chitato dan Chitato Lite menggandeng TREASURE dalam kampanye Make The Wave You Lite, mengajak Gen Z berkembang dan berani tampil dengan gaya sendiri.
Sebanyak 25 peserta Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 Kemendikdasmen tahapan pertama di wilayah DIY telah menuntaskan proses pelatihan atau kursus. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 25 peserta Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 Kemendikdasmen tahapan pertama di wilayah DIY telah menuntaskan proses pelatihan atau kursus selama tiga bulan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Budi Mulia Dua Culinary School. Selama tiga bulan atau setara 350 jam pelajaran, mereka dibekali keterampilan kuliner sekaligus kemampuan mengelola usaha, keuangan, hingga pemasaran digital.
Program yang merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan memasak. Peserta juga dipersiapkan agar mampu menjalankan usaha secara mandiri dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru. Para peserta yang didominasi kalangan muda tersebut diharapkan bisa berkembang dan mampu membuka lapangan kerja.
Dua konsentrasi diberikan selama program, yakni street food dan teknis olahan makanan. Peserta mempelajari keterampilan memasak mulai dari tingkat dasar, kemudian mendapatkan pembekalan mengenai manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pemasaran digital melalui kolaborasi dengan platform marketplace.
Peserta Dibekali Peralatan Usaha
Seluruh materi disusun agar peserta dapat langsung menerapkannya dalam menjalankan usaha setelah menyelesaikan pelatihan.
"Setiap materi makanan kita ajarkan dua kali agar benar-benar dikuasai. Mereka juga diajarkan manajemen SKM, keuangan, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace. Setelah lulus, peserta tidak kita lepas begitu saja. Selama satu tahun ke depan akan ada pemantauan [monitoring] dari instruktur yang mendampingi pengembangan usaha mereka," kata Pimpinan LKP Budi Mulia Dua Culinary School, Ai Syafaatun Rabu (19/8/2026)
Selain keterampilan dan pengetahuan usaha, 25 peserta mendapatkan stimulan berupa paket peralatan usaha sesuai bidang yang dipilih. Bantuan tersebut mencakup booth, mesin chopper, oven, mixer, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Ia menegaskan peralatan yang diberikan sebagai modal awal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak boleh diperjualbelikan. Dukungan itu diharapkan membantu lulusan memulai usaha sesuai keterampilan yang telah mereka dapatkan selama mengikuti PKW 2026.
Setelah program berakhir, LKP Budi Mulia Dua juga menyerahkan para lulusan kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman untuk mendapatkan pembinaan pada tahap berikutnya.
Lulusan Didorong Ciptakan Lapangan Kerja
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Sutiasih, menyambut baik lahirnya wirausahawan muda melalui PKW 2026. Ia berharap para lulusan tidak kembali masuk ke dalam basis data pencari kerja, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
"Harapannya teman-teman bisa menjadi orang yang merekrut pekerja di sekelilingnya. Seperti alumni sebelumnya yang kini sudah punya beberapa outlet dan mempekerjakan belasan karyawan. Semua butuh proses dan tidak boleh berhenti. Jika ada kendala, kami dari dinas siap memberikan pendampingan," tutur Sutiasih.
Menurut dia, proses membangun usaha membutuhkan keberlanjutan sehingga lulusan tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman menjadi salah satu dukungan yang dapat dimanfaatkan ketika peserta menghadapi kendala dalam mengembangkan bisnis.
Pelatihan Tiga Bulan Jadi Titik Awal
Penilik PAUD dan Dikmas Sleman, Budi Raharjo, turut mengapresiasi penyelenggaraan PKW 2026. Ia menilai pelatihan kewirausahaan tersebut menjadi pijakan awal untuk membentuk mentalitas usaha generasi muda.
"Pembekalan selama tiga bulan ini adalah titik awal menuju kesuksesan. Fasilitas dan stimulan yang diberikan negara berasal dari uang rakyat, sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dukungan orang tua juga sangat penting agar tujuan program pemerintah ini benar-benar berdampak nyata dan berkelanjutan," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Chitato dan Chitato Lite menggandeng TREASURE dalam kampanye Make The Wave You Lite, mengajak Gen Z berkembang dan berani tampil dengan gaya sendiri.
Pemda DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan melalui Tim FK-KMK UGM untuk korban bencana di Kabupaten Ngada, NTT.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti menyebut data desil kemiskinan masih bisa disesuaikan melalui verifikasi dengan kondisi riil masyarakat.
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diputus melalui kesepakatan bersama. Pogba hanya tampil enam kali.
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.