APBD Perubahan DIY 2026 Masih Dibahas, Pendapatan Turun Rp684 Miliar
APBD Perubahan DIY 2026 masih dibahas. Pendapatan diproyeksi turun Rp684 miliar menjadi Rp4,53 triliun.
Petugas BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Padukuhan Gebang di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kamis (20/8/2026)./Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, JOGJA— Kekeringan yang melanda DIY pada 2026 disebut memiliki kondisi yang hampir sama dengan kejadian pada 2023. Hingga 27 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat sekitar 5,047 juta liter air telah disalurkan ke wilayah terdampak di Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan situasi tahun ini berbeda dengan 2025 yang cenderung menjadi kemarau basah. Berdasarkan laporan dari kabupaten, kondisi kekeringan 2026 dinilai identik dengan yang terjadi tiga tahun sebelumnya.
“Kalau teman-teman dari kabupaten itu mengidentikkan ini identik dengan tahun 2023. Kalaupun lebih parah, ya mungkin lebih parah sedikit,” kata Ruruh, Jumat (28/8/2026).
Gunungkidul menjadi wilayah dengan cakupan kekeringan paling luas di DIY. Daerah terdampak umumnya berada di kawasan karst yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan.
Gunungkidul Terima 2,864 Juta Liter Air
Data penanganan BPBD DIY hingga 27 Agustus 2026 menunjukkan dropping air telah menjangkau 11 kapanewon di Gunungkidul.
Wilayah tersebut meliputi Ngawen, Panggang, Rongkop, Tepus, Saptosari, Ponjong, Girisubo, Nglipar, Purwosari, Semin, dan Wonosari. Total air yang telah disalurkan mencapai 2,864 juta liter.
Penyaluran air juga dilakukan di wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Sleman. Di Bantul, dropping air menjangkau Dlingo, Imogiri, Pajangan, Piyungan, Pundong, dan Sedayu dengan total 1,534 juta liter.
Sementara di Kulon Progo, bantuan air disalurkan ke Girimulyo, Kokap, Panjatan, Pengasih, dan Samigaluh dengan volume 445.000 liter.
Adapun di Sleman, dropping air dilakukan di Godean, Tempel, Moyudan, dan Turi. Total bantuan mencapai 204.000 liter dengan penerima manfaat sebanyak 12.778 jiwa.
Jika digabungkan, volume dropping air di empat kabupaten tersebut mencapai sekitar 5,047 juta liter.
ASN dan Korpri Ikut Kirim Bantuan
Penanganan kekeringan DIY juga diperkuat bantuan dari berbagai pihak. ASN dan Korpri Pemda DIY mulai mengirimkan dropping air ke wilayah yang mengalami dampak kekeringan.
“ASN dan Korpri Pemda DIY juga sebagai bentuk belarasa mengirim dropping air. Dimulai di Padukuhan Duwet, Kalurahan Purwadi, Kapanewon Tepus, tujuh tangki dan akan berlanjut ke daerah lain di Gunungkidul maupun kabupaten yang lain jika membutuhkan,” ujar Ruruh.
Menurut Ruruh, pemerintah kabupaten masih memiliki anggaran untuk menangani kekeringan hingga September. Bantuan dari PMI, dunia usaha, Baznas, serta pihak lain juga ikut menopang penanganan kebutuhan air.
“Teman-teman kabupaten itu menyatakan September aman karena sudah ada anggaran dari pemerintah kabupaten, sekaligus juga dari pihak swasta. Ada NGO dan juga pelaku usaha yang banyak memberikan bantuan,” ujarnya.
Siapkan 480 Tangki Jika Kekeringan Berlanjut
Meski kebutuhan dropping air untuk September masih dinilai dapat ditangani, BPBD DIY mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila kekeringan berlangsung hingga Oktober.
Pemerintah DIY berencana menyalurkan sekitar 480 tangki air atau setara sekitar 1,7 juta liter untuk membantu wilayah yang masih mengalami krisis air.
Selain mengandalkan distribusi air, BPBD DIY mendorong solusi yang lebih permanen. Kabupaten diminta memetakan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor, termasuk kebutuhan jaringan distribusi dari sumber air menuju permukiman warga.
BPBD DIY juga berkoordinasi dengan BPPTKG untuk menguji sejumlah titik yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten. Pengujian dilakukan untuk mengetahui potensi air sebelum pengeboran sehingga sumur yang dibangun diharapkan memiliki debit air yang memadai.
“Kita lebih bagaimana ke depannya itu upaya-upaya yang sifatnya berkelanjutan seperti itu. Jadi tidak hanya dropping air, tetapi bagaimana menambah sumur bor kemudian jalur distribusinya juga kita upayakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan DIY 2026 masih dibahas. Pendapatan diproyeksi turun Rp684 miliar menjadi Rp4,53 triliun.
BIGBANG akan konser di JIS pada 16 Januari 2027. Simak daftar harga tiket mulai Rp1,55 juta, kategori, serta jadwal penjualan lengkapnya.
Logo Superman bukan sekadar huruf "S". Berawal dari lencana polisi 1938, berevolusi menjadi simbol harapan universal. Simak 85 tahun perjalanan ikon budaya pop
Thailand memperingatkan wisatawan asing agar mematuhi hukum dan budaya setempat. Pelanggar dapat menghadapi pencabutan visa hingga deportasi.
Ruben Onsu meminta publik tak kaitkan persoalan hidupnya dengan perubahan keyakinan. Ia tegaskan urusan keyakinan adalah pribadi. Simak pernyataan lengkapnya.
Izan Guevara resmi promosi ke MotoGP 2027 bersama Prima Pramac Yamaha. Ia akan menjadi tandem Toprak Razgatlioglu menggantikan Jack Miller.