PWI Pusat Dukung Usulan Udin Jadi Pahlawan Nasional

Sunartono
Sunartono Minggu, 30 Agustus 2026 23:07 WIB
PWI Pusat Dukung Usulan Udin Jadi Pahlawan Nasional

PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyatakan komitmennya untuk mengawal pengusulan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, wartawan Harian Bernas, sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan tersebut akan diberikan secara menyeluruh, mulai dari aspek administratif hingga penguatan jalur strategis di tingkat pusat.

Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir, menegaskan proses pengusulan Udin harus ditempuh secara sistematis sesuai prosedur bottom-up. Menurutnya, kelengkapan persyaratan administratif di tingkat daerah menjadi pijakan penting sebelum dokumen pengusulan dapat diproses lebih lanjut oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Pernyataan tersebut disampaikan Munir saat menerima jajaran pengurus PWI DIY dan Tim Ad Hoc Pengusulan Pahlawan Nasional di sela kegiatan Workshop Jurnalistik di Jogja, Jumat (28/8/2026).

PWI Pusat Tekankan Kelengkapan Dokumen Daerah

Munir menjelaskan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional harus lebih dahulu memperoleh rekomendasi dari asosiasi pers dan Pemerintah Daerah. Menurut dia, proses tersebut akan semakin lengkap apabila disertai surat usulan resmi dari gubernur.

"Pengusulan wajib mengantongi rekomendasi dari asosiasi pers dan Pemerintah Daerah. Lebih lengkap lagi jika ada surat usulan resmi dari Gubernur. Jika berkas daerah sudah rampung, Kemensos tinggal menindaklanjuti," ujar Munir saat menerima jajaran pengurus PWI DIY dan Tim Ad Hoc Pengusulan Pahlawan Nasional di sela kegiatan Workshop Jurnalistik di Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).

PWI Pusat menilai penyelesaian dokumen di daerah menjadi tahapan penting sebelum proses pengusulan bergerak ke tingkat pemerintah pusat. Karena itu, proses administratif tersebut tetap menjadi bagian yang perlu dikawal dalam perjuangan mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Siapkan Jalur Strategis di Tingkat Pusat

Selain membantu dari sisi administratif, PWI Pusat menyatakan siap menjembatani komunikasi politik melalui berbagai saluran strategis di tingkat pusat. Jalur tersebut termasuk komunikasi dengan DPR RI hingga kementerian terkait.

Ahmad Munir menilai langkah tersebut diperlukan karena pengusulan Udin tidak sekadar berkaitan dengan penobatan secara seremonial. Menurutnya, terdapat muatan historis yang kuat bagi perjalanan dunia jurnalistik di Indonesia.

"Pengusulan Udin sebagai pahlawan adalah simbol perlawanan komunitas pers terhadap ketidakadilan, penindasan, dan kekerasan yang menimpa jurnalis," tegasnya.

Dukungan PWI Pusat dengan demikian mencakup pengawalan proses administratif sekaligus upaya membangun komunikasi strategis di tingkat pusat. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi bagian dari proses pengusulan yang harus berjalan secara sistematis.

Dinamika Sejarah Tak Boleh Menghentikan Pengusulan

Dalam pertemuan tersebut, muncul pula pembahasan mengenai hambatan psikologis atau rasa ewuh pakewuh di tingkat daerah yang berkaitan dengan dinamika sejarah masa lalu.

Munir menilai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar mengingat pengusulan Udin tidak dapat dilepaskan dari aspek historis yang melingkupinya. Meski demikian, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh menyurutkan langkah pengusulan.

PWI Pusat mendorong agar pendekatan yang digunakan tetap objektif. Fokusnya adalah pada nilai perjuangan pers tanpa memicu konflik personal.

Tim Ad Hoc Serahkan Dokumen Investigasi Kasus Udin

Dalam pertemuan PWI Pusat dengan jajaran PWI DIY dan Tim Ad Hoc Pengusulan Pahlawan Nasional, Tim Ad Hoc turut menyerahkan dokumen serta buku hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Udin kepada PWI Pusat.

Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian dari sinergi antara PWI Pusat dan Tim Ad Hoc dalam mengawal proses pengusulan. Kedua pihak sepakat untuk terus bekerja sama dalam aspek hukum dan administratif.

Upaya tersebut diarahkan agar perjuangan kebebasan pers di Indonesia memiliki pijakan sejarah yang kuat. Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional pun terus didorong melalui mekanisme yang sistematis, dengan kelengkapan proses dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online