Medan Hutan Merapi Menyesatkan, Warga Diminta Tak Beraktivitas Sendiri

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 31 Agustus 2026 15:27 WIB
Medan Hutan Merapi Menyesatkan, Warga Diminta Tak Beraktivitas Sendiri

IIlustrasi, Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman - Antara-Andreas Fitri Atmoko

Harianjogja.com, SLEMAN—Medan hutan di lereng Merapi sisi selatan yang lebat dan terjal menjadi salah satu tantangan dalam pencarian warga yang tersesat. Kondisi itu dialami Windarto, 34, warga Umbulharjo, Cangkringan, yang sempat hilang di hutan Kinahrejo, Minggu (30/8/2026).

Windarto ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu sore setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian. Ia ditemukan sekitar 600 meter ke arah timur laut dari lokasi kejadian dalam kondisi lemas.

Kalak BPBD Sleman Bambang Yunianto mengatakan Windarto awalnya berniat menyusul ibunya yang belum pulang setelah mencari rumput. Namun, sang ibu kemudian kembali ke rumah tanpa bertemu dengan anaknya.

“Survivor berniat menyusul ibunya yang tak kunjung pulang dari mencari rumput. Tidak lama kemudian ibunya pulang ke rumah, namun survivor tidak kembali,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Motor Windarto Ditemukan di Atas Pos Rudal

Laporan kehilangan kemudian ditindaklanjuti melalui asesmen dan koordinasi dengan SAR Kaliurang serta potensi SAR lainnya. Dalam pencarian awal, petugas menemukan sepeda motor Windarto di area atas Pos Rudal.

Warga setempat juga melakukan pencarian secara mandiri di kawasan yang biasa digunakan Windarto untuk mencari rumput. Selanjutnya, posko SAR gabungan didirikan di Pendopo Pos Rudal.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 14.52 WIB. Petugas kemudian mengerahkan satu tim drone dan satu Search and Rescue Unit (SRU) menuju lokasi kejadian.

Tidak lama berselang, Windarto ditemukan pada pukul 15.15 WIB. Ia dalam kondisi selamat, tetapi lemas.

Windarto Lemas Setelah Berjalan di Medan Sulit

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 7 Kaliurang, Kiswanta, mengatakan kondisi fisik Windarto yang lemas kemungkinan dipengaruhi medan sulit dan jarak yang cukup jauh selama tersesat.

“Survivor dalam kondisi selamat namun secara fisik lemas, mungkin karena bingung dan berjalan cukup jauh dengan medan yang lumayan sulit dan survivor juga tidak membawa bekal,” kata Kiswanta.

Proses evakuasi Windarto tidak menemui banyak kendala. Setelah kondisinya dinilai stabil dan cukup kuat untuk dibawa turun, tim evakuasi menjemput Windarto dan menyerahkannya kepada keluarga.

Windarto tiba di titik jemput sekitar pukul 16.42 WIB. Setelah diserahkan kepada keluarga, operasi SAR ditutup pada pukul 17.15 WIB.

Hutan Merapi Selatan Memiliki Tebing dan Medan Terjal

Kiswanta menjelaskan hutan Merapi sisi selatan memiliki karakter medan yang lebat dan terjal. Di sejumlah lokasi terdapat kontur tebing yang cukup dalam sehingga risikonya lebih besar bagi orang yang tidak terbiasa melintasi kawasan tersebut.

Windarto sendiri disebut jarang masuk ke hutan. Selama ini, aktivitasnya hanya menjemput ibunya yang mencari rumput di sekitar Kinahrejo atau Pos Rudal.

Kondisi tersebut membuat Windarto dinilai tidak terlalu mengenal jalur hutan yang biasa dilalui ibunya. Minimnya pengalaman masuk kawasan hutan menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan ketika beraktivitas di medan tersebut.

Kasus Warga Tersesat Pernah Terjadi

Kiswanta mengatakan kejadian warga tersesat juga pernah terjadi di sejumlah kawasan lereng Merapi sisi selatan. Pada bulan yang sama, kasus serupa terjadi di hutan Ngandong, Tritis, Girikerto.

Kawasan Klangon hingga Kali Talang di Klaten juga pernah menjadi lokasi orang tersesat.

Pengalaman tersebut menjadi perhatian bagi tim SAR dalam mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas hingga masuk kawasan hutan lereng Merapi.

Kiswanta meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas seorang diri ketika memasuki kawasan hutan.

“Bagi warga masyarakat yang beraktivitas sampai masuk hutan lereng Merapi, imbauan kami hati-hati dan kalau bisa jangan sendirian,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online