Reservasi Hotel Naik 5-15 Persen Jelang WJNC 2026, PHRI DIY Ungkap Kondisinya
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito./Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto semestinya menjawab kritik, krisis, serta kekhawatiran yang berkembang di masyarakat.
Menurut Arie, perombakan kabinet tidak cukup hanya dimaknai sebagai penataan atau pergantian pejabat. Perubahan tersebut juga perlu dikaitkan dengan persoalan yang sedang dihadapi pemerintah dan harapan masyarakat terhadap perbaikan kebijakan.
Arie mengatakan masyarakat kini masih berspekulasi mengenai dampak reshuffle Kabinet Merah Putih, termasuk apakah perubahan tersebut akan membawa harapan baru maupun perubahan kebijakan.
"Pertanyaan, apakah reshuffle ini akan mampu membawa harapan baru? Ya orang sama-sama berspekulasi atas itu semua gitu," ujarnya di Kompleks Kepatihan, Jumat (2/10/2026). Pernyataan Arie tersebut juga diberitakan ANTARA pada Jumat.
Arie Soroti Kementerian yang Jadi Perhatian
Arie menyebut terdapat sejumlah kementerian yang sebelumnya menjadi sorotan publik, salah satunya Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Namun, menurut dia, perubahan dalam reshuffle kali ini tidak terlalu mengejutkan.
Ia berpandangan bahwa reshuffle seharusnya tidak berhenti pada persoalan siapa yang diganti dan siapa yang menempati jabatan baru. Menurutnya, perubahan susunan pemerintahan perlu memiliki keterkaitan dengan problem yang dihadapi sekaligus harapan masyarakat.
"Menurut saya, kalau Presiden mereshuffle tentu harus tidak hanya sekedar bicara tentang penataan orang, tapi lebih dari sekedar itu menghubungkan antara problem dan harapan, saya kira itu. Dan mungkin ini tidak begitu cukup bisa menyedot perhatian banyak orang," jelasnya.
Arie kemudian mencontohkan reshuffle Menteri Keuangan sebelumnya yang sempat menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Sementara dalam reshuffle kali ini, dia melihat perubahan yang terjadi tidak menunjukkan lompatan yang terlalu besar.
Menurut Arie, pembicaraan mengenai reshuffle semestinya dapat menghubungkan persoalan yang dihadapi pemerintah, kritik publik, serta harapan baru yang diarahkan untuk memperbaiki kebijakan.
Pergantian Kapolri Jadi Sorotan
Pergantian Kapolri menjadi salah satu perubahan yang menarik perhatian dalam reshuffle terbaru. Arie menyebut perubahan tersebut tentu dapat memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Apakah ada tanda-tanda bersih-bersih dan sebagainya, saya kira orang pasti berspekulasi. Tapi saya kira yang kita bisa lihat adalah apakah buat gebrakan baru? Apakah reshuffle ini menghubungkan dengan problem yang menjadi tuntutan publik selama ini?," ucapnya.
Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Listyo kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Arie mengatakan reshuffle kali ini belum menunjukkan lompatan yang cukup signifikan karena terdapat menteri yang menurutnya semestinya masuk dalam pembahasan reshuffle tetapi tidak mengalami pergantian.
Dia menilai berbagai diskusi yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai krisis dan kekhawatiran, merupakan persoalan yang perlu mendapatkan jawaban melalui perubahan pemerintahan.
"Nah menurut saya, jangan memberi teka-teki baru, gitu aja. Ya kalau teka-teki baru nanti masyarakat suruh menebak dan sebagainya," lanjutnya.
Daftar Pejabat Hasil Reshuffle Kabinet Prabowo
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan mencakup menteri, wakil menteri, pimpinan badan, pejabat kepolisian, serta pimpinan Ombudsman. Sekretariat Negara mencatat pelantikan menteri dan wakil menteri tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.
Sejumlah pejabat yang dilantik dalam reshuffle tersebut yakni:
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa reshuffle tidak hanya menyentuh jajaran kementerian. Sejumlah jabatan strategis di pemerintahan, lembaga negara, dan kepolisian juga mengalami perubahan dalam perombakan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.
Kemenkes mencatat 2.365 warga masih dipasung akibat gangguan jiwa. Sementara itu, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan.
Kemenhaj mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan. Calon jemaah umrah diminta mengecek jadwal dan berkoordinasi dengan PPIU.
Pemkab Banyumas menggelar Salat Istisqa di tengah kekeringan. BPBD mengerahkan enam armada tangki air untuk membantu warga terdampak.
CEO Microsoft Satya Nadella mengusulkan mekanisme darurat untuk menghentikan model AI, disertai audit independen dan transparansi sistem.
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.