Reshuffle Kabinet Prabowo, Arie Sujito: Jangan Beri Teka-teki Baru

Anisatul Umah
Anisatul Umah Jum'at, 02 Oktober 2026 17:17 WIB
Reshuffle Kabinet Prabowo, Arie Sujito: Jangan Beri Teka-teki Baru

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito./Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto semestinya menjawab kritik, krisis, serta kekhawatiran yang berkembang di masyarakat.

Menurut Arie, perombakan kabinet tidak cukup hanya dimaknai sebagai penataan atau pergantian pejabat. Perubahan tersebut juga perlu dikaitkan dengan persoalan yang sedang dihadapi pemerintah dan harapan masyarakat terhadap perbaikan kebijakan.

Arie mengatakan masyarakat kini masih berspekulasi mengenai dampak reshuffle Kabinet Merah Putih, termasuk apakah perubahan tersebut akan membawa harapan baru maupun perubahan kebijakan.

"Pertanyaan, apakah reshuffle ini akan mampu membawa harapan baru? Ya orang sama-sama berspekulasi atas itu semua gitu," ujarnya di Kompleks Kepatihan, Jumat (2/10/2026). Pernyataan Arie tersebut juga diberitakan ANTARA pada Jumat.

Arie Soroti Kementerian yang Jadi Perhatian

Arie menyebut terdapat sejumlah kementerian yang sebelumnya menjadi sorotan publik, salah satunya Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Namun, menurut dia, perubahan dalam reshuffle kali ini tidak terlalu mengejutkan.

Ia berpandangan bahwa reshuffle seharusnya tidak berhenti pada persoalan siapa yang diganti dan siapa yang menempati jabatan baru. Menurutnya, perubahan susunan pemerintahan perlu memiliki keterkaitan dengan problem yang dihadapi sekaligus harapan masyarakat.

"Menurut saya, kalau Presiden mereshuffle tentu harus tidak hanya sekedar bicara tentang penataan orang, tapi lebih dari sekedar itu menghubungkan antara problem dan harapan, saya kira itu. Dan mungkin ini tidak begitu cukup bisa menyedot perhatian banyak orang," jelasnya.

Arie kemudian mencontohkan reshuffle Menteri Keuangan sebelumnya yang sempat menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Sementara dalam reshuffle kali ini, dia melihat perubahan yang terjadi tidak menunjukkan lompatan yang terlalu besar.

Menurut Arie, pembicaraan mengenai reshuffle semestinya dapat menghubungkan persoalan yang dihadapi pemerintah, kritik publik, serta harapan baru yang diarahkan untuk memperbaiki kebijakan.

Pergantian Kapolri Jadi Sorotan

Pergantian Kapolri menjadi salah satu perubahan yang menarik perhatian dalam reshuffle terbaru. Arie menyebut perubahan tersebut tentu dapat memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

"Apakah ada tanda-tanda bersih-bersih dan sebagainya, saya kira orang pasti berspekulasi. Tapi saya kira yang kita bisa lihat adalah apakah buat gebrakan baru? Apakah reshuffle ini menghubungkan dengan problem yang menjadi tuntutan publik selama ini?," ucapnya.

Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Listyo kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Arie mengatakan reshuffle kali ini belum menunjukkan lompatan yang cukup signifikan karena terdapat menteri yang menurutnya semestinya masuk dalam pembahasan reshuffle tetapi tidak mengalami pergantian.

Dia menilai berbagai diskusi yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai krisis dan kekhawatiran, merupakan persoalan yang perlu mendapatkan jawaban melalui perubahan pemerintahan.

"Nah menurut saya, jangan memberi teka-teki baru, gitu aja. Ya kalau teka-teki baru nanti masyarakat suruh menebak dan sebagainya," lanjutnya.

Daftar Pejabat Hasil Reshuffle Kabinet Prabowo

Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan mencakup menteri, wakil menteri, pimpinan badan, pejabat kepolisian, serta pimpinan Ombudsman. Sekretariat Negara mencatat pelantikan menteri dan wakil menteri tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.

Sejumlah pejabat yang dilantik dalam reshuffle tersebut yakni:

  • Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
  • Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
  • Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
  • Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.
  • Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.
  • Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
  • Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan.
  • Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan.
  • Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian.
  • Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
  • Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
  • Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
  • Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
  • Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
  • Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI.
  • Radian Syam sebagai Anggota Ombudsman RI.
  • Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
  • Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa reshuffle tidak hanya menyentuh jajaran kementerian. Sejumlah jabatan strategis di pemerintahan, lembaga negara, dan kepolisian juga mengalami perubahan dalam perombakan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online