Gerai KDMP Tuksono di Pinggir Kawasan Industri Dinilai Strategis
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Ilustrasi seseorang flu/Freepik\r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO— Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kulonprogo mengalami peningkatan hingga 1,3 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mencatat jumlah kasus ISPA mencapai 84.756 kasus pada semua kelompok umur dan seluruh wilayah Kulonprogo hingga pekan ke-39 2026.
Sekretaris Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati, mengatakan tren kenaikan kasus ISPA telah berlangsung sejak pekan ke-28 dan terus berlanjut hingga sekarang. Kondisi tersebut, menurutnya, sejalan dengan pola peningkatan kasus ISPA secara nasional.
"Pada 2026 ini sampai pada minggu 39 jumlah kasus sebanyak 84.756 kasus ISPA pada semua kelompok umur dan di semua wilayah Kulonprogo," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).
"Angka secara total meningkat 1,3 kali dibandingkan dengan jumlah kasus pada periode yang sama di tahun sebelumnya," imbuh Rina.
Kemarau Panjang Jadi Salah Satu Faktor Risiko
Rina menjelaskan peningkatan kasus ISPA dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satu kemungkinan faktor risikonya adalah dampak musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan.
Kondisi kemarau dapat meningkatkan jumlah partikel debu di udara. Situasi tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih ketika terdapat asap maupun partikel lain akibat kebakaran hutan di wilayah sekitar.
"Kemarau menimbulkan banyaknya partikel debu yang mengganggu pernapasan apalagi adanya kekebakaran hutan di wilayah sekitar," ungkapnya.
Selain dampak kemarau berkepanjangan, kebakaran hutan serta partikel asap atau debu dari kebakaran juga menjadi faktor yang disebut Dinkes Kulonprogo sebagai kemungkinan risiko penyebab kasus ISPA.
Dinkes Minta Warga Perhatikan Pencegahan
Melihat tren kasus ISPA yang terus meningkat, Dinkes Kulonprogo melakukan upaya pencegahan sekaligus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan menggunakan masker ketika sedang sakit maupun saat beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mencegah penularan sehingga peningkatan kasus ISPA tidak terus berlanjut dan meluas.
"Menghindari membakar sampah rumah tangga yang dapat memperburuk kualitas udara sekitar," ungkapnya.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas. Kebersihan serta higienitas sanitasi lingkungan juga perlu dijaga.
Untuk memperkuat daya tahan tubuh, Rina mengimbau masyarakat mengonsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup. Tambahan vitamin dapat dikonsumsi jika diperlukan.
Jangan Abaikan Batuk dan Sesak
Dinkes Kulonprogo juga meminta masyarakat segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan dan tidak kunjung membaik.
"Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk atau sesak yang tak kunjung membaik," jelas Rina.
Menurutnya, penyakit ISPA tidak dapat diremehkan atau dibiarkan tanpa penanganan. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan melakukan pemeriksaan agar dampak penyakit tersebut tidak menjadi semakin parah bagi pengidapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman
Kasus ISPA di Kulonprogo mencapai 84.756 hingga pekan ke-39 2026, naik 1,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.