Manunggal Fair 2026 Rampung, Perputaran Transaksi Diklaim Tembus Rp7,4 Miliar

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Minggu, 11 Oktober 2026 17:27 WIB
Manunggal Fair 2026 Rampung, Perputaran Transaksi Diklaim Tembus Rp7,4 Miliar

Agenda Manunggal Fair 2026 yang digelar Perumda Aneka Usaha Kulonprogo, beberapa waktu lalu./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penyelenggaraan Manunggal Fair Kulonprogo 2026 telah berakhir setelah berlangsung selama sekitar 10 hari. Usai kegiatan tersebut, Perumda Aneka Usaha Kulonprogo bersama sejumlah instansi dan elemen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih di Alun-Alun Wates agar ruang publik itu kembali bersih dan nyaman digunakan.

Direktur Perumda Aneka Usaha Kulonprogo, Muhammad Nasta'in, mengatakan kegiatan gerebek sampah melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, masyarakat umum, hingga pedagang. Pembersihan dan penyiraman kawasan alun-alun dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara setelah lokasi tersebut digunakan untuk kegiatan besar.

“Melalui gerakan gerebek sampah dan penyiraman Alun-Alun Wates ini, kami berharap kawasan publik dapat kembali bersih, nyaman, dan asri, sekaligus merayakan suksesnya pemulihan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kulonprogo,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).

Manunggal Fair 2026 Dikunjungi Lebih dari 104.000 Orang

Nasta'in menegaskan panitia berkomitmen menjaga kebersihan selama rangkaian Manunggal Fair 2026 berlangsung hingga kegiatan selesai. Ia juga mengapresiasi dukungan lintas instansi dalam menjaga kebersihan fasilitas publik di Kulonprogo.

Manunggal Fair 2026 berlangsung pada 25 September hingga 7 Oktober 2026. Menurut Nasta'in, kegiatan tersebut mendapat sambutan besar dari masyarakat dengan jumlah pengunjung yang tercatat melampaui 104.000 orang.

“Kami memberikan apresiasi atas dukungan dan sinergi lintas instansi dalam menjaga kebersihan fasilitas publik di Kabupaten Kulonprogo ini. Alhamdulillah, perhelatan Manunggal Fair 2026 yang berlangsung dari 25 September sampai 7 Oktober 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tercatat jumlah pengunjung melampaui 104.000 orang lebih,” ujarnya.

Tingginya jumlah pengunjung turut berdampak pada aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung. Perputaran transaksi dari berbagai lini kegiatan diperkirakan mencapai lebih dari Rp7,4 miliar.

Perputaran Transaksi Diklaim Capai Rp7,4 Miliar

Nasta'in menjelaskan nilai transaksi tersebut dihitung berdasarkan perkiraan dari berbagai sumber kegiatan selama Manunggal Fair 2026. Sumbernya mencakup pendapatan parkir, wahana permainan, pedagang wahana, area VIP, partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD), Gebyar UMKM, pedagang swasta, paguyuban, hingga aktivitas usaha di sekitar Alun-Alun Wates.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan acara. Perumda Aneka Usaha juga disebut berhasil memperoleh keuntungan dari penyelenggaraan Manunggal Fair 2026.

Meski demikian, angka Rp7,4 miliar tersebut merupakan perkiraan total perputaran transaksi dari berbagai lini kegiatan, bukan angka keuntungan bersih penyelenggara.

Petugas Temukan Paku hingga Potongan Besi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta, mengatakan pembersihan Alun-Alun Wates menjadi perhatian khusus setelah kawasan tersebut digunakan untuk Manunggal Fair 2026.

Dalam proses pembersihan, petugas menemukan sejumlah material yang berpotensi membahayakan pengunjung maupun kendaraan. Material tersebut antara lain paku, kawat, mur, baut, potongan besi, patok bambu, batu, serta paving yang belum dikembalikan ke tempat semula.

“Paku, mur, baut, kawat, sampai tusuk sate masih ditemukan. Ini perlu kita pastikan sudah dibersihkan agar tidak membahayakan masyarakat. Kita ingin alun-alun kembali bersih, bahkan lebih bersih lagi, sehingga aman dan nyaman untuk semua,” jelas Duana.

Duana menilai gerakan gerebek sampah yang digagas Perumda Aneka Usaha membantu penanganan sampah di kawasan alun-alun. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar fasilitas publik dapat kembali dimanfaatkan masyarakat tanpa terganggu sisa kegiatan.

DLH Pulihkan Tanaman yang Rusak

Selain menangani sampah dan material berbahaya, DLH Kulonprogo juga akan memulihkan tanaman yang rusak akibat terinjak selama Manunggal Fair berlangsung.

Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kondisi taman agar kembali tertata. Dengan pembersihan dan pemulihan area hijau, Alun-Alun Wates diharapkan dapat kembali menjadi ruang publik yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online