73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat. /Instagram.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—AKBP Rosana Albertina Labobar resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gunungkidul, Polda DIY, menggantikan AKBP Damus Asa. Dalam kepemimpinan barunya, Rosana memperkenalkan filosofi kerja Ngopeni yang menekankan pemahaman, perlindungan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Aula Mapolres Gunungkidul, Sabtu (10/10/2026). Pergantian kepemimpinan tersebut dilanjutkan dengan tradisi Welcome and Farewell Parade yang diikuti Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul, seluruh kapolsek jajaran, personel Polri, aparatur sipil negara (ASN) Polres Gunungkidul, serta pengurus Bhayangkari Cabang Gunungkidul.
Penunjukan Rosana menjadi catatan tersendiri bagi Polres Gunungkidul. Dia menjadi polisi wanita (polwan) pertama yang dipercaya memimpin kepolisian resor tersebut.
Rosana menyatakan siap melanjutkan program dan kebijakan positif yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya. Dia juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menyesuaikan pendekatan kepolisian terhadap nilai-nilai luhur serta kearifan lokal di Gunungkidul.
“Saya akan beradaptasi dengan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal di Gunungkidul,” kata Rosana.
Menurut dia, pemahaman terhadap karakter masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara kepolisian dan warga. Pendekatan tersebut sekaligus sejalan dengan arahan Kapolri dan Kapolda DIY mengenai pentingnya sinergi antara polisi dan masyarakat.
Ngopeni Jadi Filosofi Kerja Kapolres Gunungkidul
Dalam kepemimpinannya, Rosana memperkenalkan konsep Ngopeni sebagai filosofi kerja Polres Gunungkidul. Istilah tersebut merupakan singkatan dari Ngerti, Ngayomi, dan Ngabdi.
Konsep ini menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari tugas kepolisian. Ngopeni tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga keamanan, tetapi juga mencakup komitmen untuk merawat, memperhatikan, memahami, melindungi, dan bertanggung jawab kepada masyarakat dengan sepenuh hati.
Rosana menilai penerapan filosofi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh personel Polres Gunungkidul. Kerja sama ant jajaran diperlukan agar setiap tugas dapat dijalankan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Untuk mewujudkannya sangat butuh kerja sama seluruh jajaran sehingga ketugasan dimiliki bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Melalui Ngopeni, Rosana ingin memperkuat pola pengabdian kepolisian yang dekat dengan masyarakat serta menghormati kearifan lokal. Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara Polres Gunungkidul dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Rekam Jejak Rosana Albertina Labobar
Rosana Albertina Labobar, yang akrab disapa Ocha, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2007. Dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) hingga meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), kemudian menyelesaikan pendidikan pascasarjana dengan gelar Magister Sains (M.Si.) dari Universitas Indonesia.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Gunungkidul, Rosana memiliki pengalaman penugasan di bidang operasional kewilayahan, reserse, dan pemberantasan narkotika.
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya meliputi Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, Polda Sulawesi Tenggara; Kanit 5 Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya; serta Wakasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.
Dia juga pernah menjabat Kapolsek Tanjung Duren dan Kapolsek Tambora di wilayah Polres Metro Jakarta Barat, serta Kapolsek Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat.
Saat bertugas sebagai Kapolsek Tanjung Duren, Rosana tercatat menjadi polwan pertama yang memimpin polsek di wilayah hukum tersebut dalam kurun waktu tertentu. Setelah itu, dia mengemban tugas sebagai Kasibinkam Subditbinkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri sebelum dipercaya menjadi Kapolres Gunungkidul pada Oktober 2026.
Dengan pengalaman di sejumlah bidang kepolisian tersebut, Rosana kini memimpin Polres Gunungkidul dengan membawa filosofi Ngopeni. Penerapannya bertumpu pada kerja sama internal kepolisian, pemahaman terhadap masyarakat, dan penghormatan terhadap kearifan lokal untuk mendukung pelayanan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Olimpiade Akuntansi UGM 2026 digelar di Sekolah Vokasi UGM, menghadirkan talkshow profesional dan penghargaan bagi para pemenang.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian stagnan pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Juventus bermain imbang 1-1 melawan Cagliari pada pekan keenam Liga Italia 2026/27. Gol Randal Kolo Muani menyelamatkan Bianconeri.
IHSG berpeluang menguat pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham EMAS, KLBF, PACK, dan DOOH dari BRIDS.
Bisalunas merangkum enam bentuk pelanggaran penagihan pinjol, mulai dari spam chat kasar, penyalahgunaan data pribadi, intimidasi keluarga, hingga order ojol