JJLS Parangtritis Diperlebar Jadi 4 Lajur, Ini Lokasinya
Pelebaran JJLS Parangtritis, Bantul, dimulai dari dua menjadi empat lajur. Simak lokasi proyek dan imbauan keselamatan bagi pengendara.
Ilustrasi pengolahan limbah rumah tangga (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menemukan pembuangan air limbah PT IBD di kawasan Pantai Cangkring belum memenuhi baku mutu lingkungan. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) perusahaan tambak udang tersebut belum berfungsi secara optimal.
Temuan ini muncul setelah dugaan pembuangan limbah langsung ke laut di sisi barat Pantai Cangkring menjadi viral di media sosial. Aktivitas tersebut juga dikeluhkan karena menimbulkan bau tak sedap di sekitar lokasi.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan hasil pengujian laboratorium diterima pada Senin (12/10/2026). Sampel sebelumnya diambil untuk diuji pada akhir September, dengan dua titik pengambilan, yakni inlet dan outlet pembuangan air limbah PT IBD.
“Pembuangan air limbah belum memenuhi baku mutu lingkungan. IPAL juga tidak berfungsi optimal,” kata Bambang, Selasa (13/10/2026).
DLH Bantul Minta IPAL Dioptimalkan
Bambang menyebut kondisi tersebut masuk kategori membahayakan lingkungan. Karena itu, DLH Bantul merekomendasikan agar perusahaan memastikan air limbah yang dibuang telah memenuhi baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku.
Perusahaan juga diminta mengoptimalkan kinerja IPAL dan melakukan pengujian laboratorium secara berkala. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan proses pengolahan limbah berjalan sesuai standar dan kegiatan operasional tidak mencemari lingkungan pantai maupun kawasan sekitarnya.
Hasil pengujian beserta rekomendasi tindak lanjut telah disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY. Bambang mengatakan penanganan selanjutnya akan dilakukan sesuai kewenangan instansi tersebut.
“Hasil uji dan rekomendasi sudah kami kirim kepada DLHK DIY untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki instansi yang bersangkutan,” ujarnya.
PT IBD Sebut Memiliki Pemeriksaan Internal
Di sisi lain, seorang petugas PT IBD yang enggan disebutkan namanya menyatakan perusahaan memiliki pemeriksaan internal. Menurut dia, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan kondisi yang sesuai ketentuan, sementara pemeriksaan oleh DLH disebut dilakukan secara berkala.
Namun, petugas itu belum menjelaskan secara terperinci hasil pemeriksaan internal perusahaan maupun langkah perbaikan yang akan ditempuh setelah DLH Bantul menemukan ketidaksesuaian baku mutu air limbah dan kinerja IPAL yang belum optimal.
Saat dimintai penjelasan mengenai temuan tersebut, petugas itu menyatakan IPAL dapat berfungsi. Dia juga menyebut kondisi seperti itu lazim ditemukan dalam kegiatan budi daya tambak udang.
"Ya nanti dilampirkan saja hasil ujinya untuk ditindaklanjuti," pungkas dia singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelebaran JJLS Parangtritis, Bantul, dimulai dari dua menjadi empat lajur. Simak lokasi proyek dan imbauan keselamatan bagi pengendara.
Jadwal bola malam ini, Selasa 13 Oktober hingga Rabu dini hari WIB, menyajikan Liga Champions Asia Elite serta Atletico Madrid vs Manchester United.
DPMPTSP Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik untuk menyempurnakan standar pelayanan inklusif dan meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan serta penya
Serangan rudal di Riyadh memicu kekhawatiran menjelang Piala Asia 2027. FIFPRO menekankan keselamatan pemain, suporter, dan staf.
MotoGP mulai mendenda pembalap yang tidak mengikuti Hero Walk minimal 10 menit. Denda awal mencapai 5.000 euro dan meningkat jika pelanggaran berulang.
Media Vietnam menyoroti isu 10 pemain naturalisasi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Benarkah PSSI sudah menyiapkan daftar pemain?