Dominasi Final! Bank Jateng Raih Juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan 2026
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
Dinamika Pariwisata Premium Yogyakarta dalam Jejak Perjalanan Keluarga Marvelvino./ Ist
JOGJA— Promosi pariwisata Yogyakarta mulai bergeser. Dalam konten media sosial, Yogyakarta tidak lagi ditampilkan semata-mata sebagai destinasi yang harus dikunjungi sebanyak mungkin. Konten perjalanan kini juga menyoroti pengalaman sederhana, seperti sarapan bersama di hotel, menikmati senja tanpa terburu-buru, hingga mengunjungi tempat makan baru. Tidak selalu ada daftar tempat wajib dikunjungi atau foto dengan latar ikon wisata.
Pola tersebut terlihat dalam konten akun family travel and lifestyle Marvelvino yang mendokumentasikan liburan sekolah mereka di Yogyakarta. Akun yang dikelola keluarga asal Jakarta beranggotakan empat orang itu mencantumkan delapan negara dan 23 kota dalam profilnya. Namun, angka-angka tersebut bukan hal utama yang ditonjolkan. Dalam konten perjalanan mereka di Yogyakarta, aktivitas sehari-hari justru mendapat porsi penting, mulai dari sarapan bersama dan menikmati senja hingga menemukan tempat makan baru. Semua disajikan sebagai bagian yang setara dari pengalaman perjalanan.
Pola penyajian konten tersebut mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam pariwisata Yogyakarta.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyatakan fokus pengembangan pariwisata telah bergeser dari kuantitas kunjungan menuju kualitas belanja dan durasi tinggal wisatawan. Pemerintah daerah membidik paket wisata premium dengan nilai minimal Rp2,5 juta per orang yang berbasis gastronomi dan wellness. Sasarannya adalah wisatawan premium, baik mancanegara maupun keluarga lokal kelas menengah atas yang semakin selektif terhadap isu lingkungan dan budaya.
Dari sisi akomodasi, Yogyakarta tidak perlu memulai dari nol. Kota ini dan sekitarnya telah memiliki sejumlah properti bintang lima, antara lain Yogyakarta Marriott Hotel, Hyatt Regency Yogyakarta, Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja, Melia Purosani Yogyakarta, The Phoenix Hotel Yogyakarta, Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Amaranta Prambanan Yogyakarta, dan Garrya Bianti Yogyakarta. Infrastruktur untuk mendukung wisata premium pun telah tersedia.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana segmen tersebut dikomunikasikan dan siapa audiens yang ingin dijangkau.
Pergeseran itu tidak hanya terjadi pada destinasi dan akomodasi. Industri kreatif, termasuk para influencer, juga menyesuaikan diri dengan segmen wisata keluarga premium. Jika sebelumnya konten perjalanan keluarga lebih banyak menyoroti lokasi yang dikunjungi, kini perhatian turut diarahkan pada cara perjalanan itu dialami bersama. Wisatawan keluarga kelas menengah atas mencari pengalaman yang layak dikenang dan dibagikan, bukan sekadar tempat yang menarik untuk diunggah ke media sosial.
Tren ini sejalan dengan Lemongrass Annual Travel Trend Report 2027, yang mencatat pergeseran menuju perjalanan yang lebih bermakna, manusiawi, dan berkesadaran. Wisatawan semakin mencari sesuatu yang tidak mudah dihasilkan algoritma, yakni pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu tempat, bukan sekadar daftar lokasi yang wajib dikunjungi.
Dalam konteks tersebut, perjalanan Marvelvino relevan untuk dicermati. Namun, konten semacam ini umumnya juga lahir dari kerja sama promosi. Karena itu, pertanyaan penting bukan hanya apa yang ditampilkan, melainkan juga pesan yang dibangun dan audiens yang dituju.
Berdasarkan penelusuran terhadap konten Marvelvino selama berada di Yogyakarta, perjalanan mereka mencakup dua karakter akomodasi yang berbeda. Pendekatan ini mencerminkan strategi yang lebih luas di kalangan pelaku industri perhotelan, yakni menawarkan bukan hanya kamar, tetapi juga pengalaman dan identitas. Ada hotel yang menonjolkan warisan sejarah, sementara yang lain menawarkan kenyamanan modern.
Grand Hotel De Djokja, misalnya, memosisikan diri sebagai hotel heritage yang baru saja menjalani revitalisasi dan kembali menggunakan nama historisnya pada 16 Maret 2026. Hotel dengan konsep warisan sejarah seperti ini tidak hanya menawarkan kamar, tetapi juga pengalaman yang terhubung dengan sejarah dan budaya lokal. Warisan tersebut tidak sekadar dilihat, tetapi juga dirasakan, termasuk melalui sajian makanan dan suasana.
Di sisi lain, kehadiran Soire Lounge & Grill dalam konten Marvelvino menunjukkan bahwa Yogyakarta juga mulai serius menggarap segmen kuliner premium. Restoran ini menawarkan pendekatan berbeda dari hotel berkonsep heritage, dengan suasana modern, sentuhan internasional, dan pengalaman kuliner sebagai daya tarik utama.
Fenomena tersebut bukan hanya tentang satu restoran, melainkan juga tentang upaya memperluas daya tarik Yogyakarta dari wisata budaya menuju wisata gastronomi yang mampu bersaing dengan destinasi lain.
Bagi wisatawan keluarga, kedua pengalaman itu memperlihatkan bahwa Yogyakarta dapat dinikmati dengan beragam suasana. Pendekatan ini sejalan dengan upaya menarik segmen premium yang lebih beragam tanpa mengorbankan identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.
Pergeseran pariwisata Yogyakarta menuju wisata premium bukan hanya soal tarif kamar atau paket perjalanan yang lebih mahal. Pergeseran ini juga menyangkut citra yang ingin dibangun, yakni Yogyakarta sebagai destinasi dengan pengalaman bermutu, bukan sekadar tempat singgah.
Harapannya, perubahan tersebut tidak berhenti pada segelintir properti mewah atau kelompok wisatawan tertentu. Jika dikelola dengan baik, wisata premium berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi Yogyakarta, mulai dari memperpanjang durasi tinggal wisatawan dan mendorong belanja yang lebih merata hingga mengendalikan tekanan terhadap destinasi utama.
Wisatawan diharapkan tinggal lebih lama, menjelajah lebih dalam, dan menghargai keunikan kota. Melalui konten perjalanan keluarga seperti Marvelvino, Yogyakarta diperkenalkan dengan pendekatan baru yang menonjolkan pengalaman, bukan sekadar jumlah tempat yang dikunjungi.
Namun, tantangan utamanya justru terletak pada dampak yang dihasilkan. Apakah wisata premium benar-benar memberikan manfaat bagi kota dan masyarakat, sekaligus menghadirkan representasi Yogyakarta yang lebih utuh dan akurat? Pertanyaan inilah yang perlu dijawab agar pergeseran strategi promosi wisata tidak berhenti pada citra, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
Universitas Sanata Dharma dan Georgetown University menggelar Georgetown Global Dialogues 2026 di Yogyakarta untuk membahas peran Global South
Pagar SMPN 4 Pengasih, Kulonprogo, miring dan rawan ambruk. Bupati memastikan perbaikan masuk prioritas anggaran 2027.
DPRD Bantul menyoroti infrastruktur Terminal Imogiri yang perlu diperbaiki untuk mendukung transportasi dan kenyamanan wisatawan.
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
PGRI Bantul melaporkan tunjangan profesi guru swasta Oktober 2026 belum cair. Guru berharap hak tersebut segera disalurkan.