Fotografer Thailand Juarai Epson International Pano Awards 2026
Fotografer Thailand Wutimet Bunyasirisith meraih gelar Southeast Asia Open Photographer of the Year 2026 melalui karya panorama aurora borealis di Norwegia.
Esti Wijayati dan Nuryadi menekankan penguatan ideologi Pancasila serta komitmen kader PDIP DIY untuk memahami persoalan rakyat. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Penguatan ideologi Pancasila dan komitmen untuk memahami persoalan masyarakat menjadi penekanan dalam Pendidikan Kader Pratama (PKP) PDI Perjuangan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk wilayah Kabupaten Sleman. Kader partai diingatkan agar tidak hanya memahami ideologi secara teori, tetapi juga menerapkannya melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati, saat membuka kegiatan PKP yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DIY. Pendidikan kader tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2026, di Hotel Eden 2, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Dalam arahannya, Esti menekankan pentingnya setiap kader memiliki kesadaran ideologis yang kuat dengan berlandaskan Pancasila 1 Juni 1945. Menurut dia, pemahaman terhadap ideologi tidak cukup hanya diperoleh melalui pembelajaran, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan kerja nyata.
“Saya membaca pidato Bung Karno berkali-kali tentang Pancasila 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPUPKI. Dibaca, dipahami, dipraktekkan jadi tindakan,” ujar Esti Wijayati.
Kader Diminta Memahami Persoalan Sehari-hari Masyarakat
Esti mengingatkan bahwa salah satu bentuk penerapan ideologi adalah kehadiran kader secara langsung di tengah masyarakat. Dengan turun ke lapangan, kader diharapkan dapat mengetahui kondisi kehidupan warga sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi.
Kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, lanjutnya, juga harus tercermin dari pengetahuan kader mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok. Hal sederhana seperti harga beras dinilai menjadi salah satu indikator apakah kader benar-benar mengikuti kehidupan sehari-hari rakyat.
"Kader itu harus tahu harga beras sekarang berapa. Ibu (Megawati) kalau tanya seperti itu, ditanya tidak tahu, berarti nggak turun memahami kehidupan rakyat," ujar Esti di hadapan para peserta kaderisasi.
Anggota DPR RI Dapil DIY tersebut menegaskan, kerja politik partai tidak boleh terlepas dari persoalan masyarakat. Karena itu, kader perlu hadir dan memahami kondisi riil warga agar perjuangan politik memiliki keterkaitan dengan kebutuhan rakyat.
Esti juga menyoroti pentingnya pelibatan kader muda dalam agenda perjuangan kerakyatan. Menurut dia, petugas partai yang berada di lembaga legislatif maupun eksekutif perlu memberikan ruang kepada kader muda untuk terlibat, terlebih mereka yang berada dalam struktur partai.
“Kaderisasi ini harus dijaga, habis acara ini jangan dibiarkan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Esti Wijayati.
Nuryadi Tekankan Kemenangan Ideologi dan Regenerasi Kader
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menyampaikan bahwa partai memiliki amanat untuk mempertahankan sekaligus merealisasikan nilai-nilai Pancasila, ideologi Marhaenisme, dan Trisakti Bung Karno dalam kehidupan masyarakat.
Menurut Nuryadi, tantangan partai di DIY tidak sebatas meraih kemenangan dalam pemilu. Lebih dari itu, partai juga perlu memastikan ideologi menjadi landasan dalam setiap perjuangan politik dan pengabdian kepada masyarakat.
"Tantangan kita di DIY bukan saja bagaimana kita menang dalam pemilu, tetapi menang memperjuangkan ideologi," tegas Nuryadi.
Nuryadi juga menyambut terbuka keterlibatan generasi muda dalam politik. Ia menilai regenerasi di tubuh partai merupakan hal penting, tetapi proses tersebut perlu diikuti penguatan pemahaman ideologi dan komitmen kader.
"Saya itu terbuka dengan kader-kader muda, tapi harus kuat ideologinya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Nuryadi menjelaskan pelaksanaan PKP secara bertahap diharapkan dapat mengoptimalkan pendidikan, evaluasi, serta pemantauan kader. Dengan pola tersebut, kaderisasi tidak hanya menjadi kegiatan pendidikan, tetapi juga bagian dari proses membangun kapasitas dan karakter kader secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan PKP, DPD PDI Perjuangan DIY berharap dapat melahirkan kader yang memiliki pemahaman ideologi kuat. Kader tersebut diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai yang dipelajari ke dalam kerja organisasi sekaligus keberpihakan terhadap persoalan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fotografer Thailand Wutimet Bunyasirisith meraih gelar Southeast Asia Open Photographer of the Year 2026 melalui karya panorama aurora borealis di Norwegia.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.
Kemenhub memeriksa kelaikan 2.140 kapal untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna memastikan keselamatan pelayaran.
BMKG mencatat curah hujan ekstrem mencapai 349 mm di Cilacap. Hujan lebat memicu banjir dan longsor di Cilacap-Banyumas.