Menag Ingin Lahirkan Kembali Ilmuwan dari Lingkungan Pesantren
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
Sebanyak 2.130 mahasiswa diwisuda UAD, 98% meraih cumlaude. Rektor Muchlas berpesan agar lulusan adaptif menghadapi AI dan dunia kerja. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan persaingan dunia kerja yang semakin terbuka menjadi tantangan bagi lulusan perguruan tinggi. Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Muchlas, mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang.
Profesor Muchlas, mengapresiasi pencapaian para lulusan tersebut. Namun, dia mengingatkan bahwa prestasi akademik bukanlah tujuan akhir pendidikan. Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Prestasi akademik yang tinggi bukanlah tujuan akhir dari pendidikan. Prestasi tersebut harus menjadi bekal untuk menghadirkan karya, memberikan manfaat, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat," ujar Muchlas dalam sambutannya pada acara wisuda, Sabtu (31/101/2026).
Pada periode wisuda ini, UAD melepas 2.130 lulusan yang terdiri atas 1.853 lulusan Program Sarjana (S1), 11 lulusan Program Sarjana Terapan (D4), 263 lulusan Program Magister (S2), dan tiga lulusan Program Doktor (S3).
Perubahan Dunia Kerja
Dalam kesempatan tersebut, Muchlas menitipkan sejumlah pesan kepada para lulusan untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Salah satunya adalah pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Menurut dia, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan untuk terus memperluas pengetahuan dan kemampuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga kompetensi yang dimiliki saat ini belum tentu selalu relevan pada masa mendatang.
"Ijazah yang Saudara peroleh merupakan bukti bahwa Saudara telah menguasai kompetensi tertentu. Namun, ijazah itu tidak menjamin bahwa seluruh pengetahuan yang Saudara miliki hari ini akan selalu relevan di masa mendatang," katanya.
Karena itu, lulusan UAD diminta terus mengembangkan rasa ingin tahu, berani mempelajari hal baru, serta terbuka terhadap pengetahuan dari berbagai sumber.
Selain menjadi pembelajar sepanjang hayat, Muchlas meminta para lulusan menghadapi masa depan dengan optimisme, kemampuan beradaptasi, dan keberanian berinovasi.
Dia menilai persaingan dunia kerja semakin terbuka. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya bersaing dengan sumber daya manusia dari dalam negeri, tetapi juga dengan tenaga kerja dari berbagai negara.
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menghadirkan tantangan baru bagi berbagai profesi. Sejumlah pekerjaan rutin mulai dapat dilakukan oleh mesin dan sistem cerdas.
Meski demikian, Muchlas meminta lulusan tidak memandang perkembangan teknologi sebagai ancaman semata. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas pekerjaan.
"Yang perlu Saudara kembangkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara etis dan bertanggung jawab," ujarnya.
Dia menambahkan, masa depan tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pandai menggunakan teknologi, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurut Muchlas, lulusan perguruan tinggi juga perlu mempersiapkan diri untuk menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, membangun usaha, dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat, bukan sekadar mencari pekerjaan.
Pesan berikutnya berkaitan dengan nilai-nilai yang menjadi karakter UAD, yakni inovatif, profesional, dan dedikatif. Muchlas berharap ketiga nilai tersebut tidak hanya menjadi semboyan selama mahasiswa menempuh pendidikan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan setelah lulus.
Nilai inovatif mengajarkan lulusan untuk terus mencari gagasan dan solusi baru. Sementara itu, nilai profesional mengarahkan mereka agar bekerja dengan kompetensi, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika.
Adapun nilai dedikatif mengingatkan bahwa ilmu dan kemampuan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.
Sejalan dengan jati diri UAD sebagai Community Services University, Muchlas berharap para lulusan mempunyai kepedulian tinggi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Ukuran keberhasilan seorang lulusan bukan hanya seberapa tinggi jabatan yang diraihnya atau seberapa besar penghasilan yang diperolehnya, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkannya bagi kehidupan orang lain," tuturnya.
Dia juga berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah di mana pun berada. Setelah menyelesaikan pendidikan, para wisudawan menjadi bagian dari keluarga besar alumni UAD. Identitas tersebut harus tercermin melalui perilaku, integritas, prestasi, dan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.
"Tunjukkan bahwa lulusan UAD bukan hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga menjunjung tinggi akhlak mulia, kejujuran, kepedulian sosial, serta semangat Islam Berkemajuan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.