DPD Golkar DIY Pastikan Musda Gunungkidul Digelar dalam Waktu Dekat
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Tim PPK Ormawa HIMATA UMBY meraih Video Paling Persuasif Terbaik 4 di Abdidaya Ormawa 2026 lewat program diversifikasi produk kelapa. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program pemberdayaan masyarakat yang mengolah potensi kelapa menjadi sembilan produk turunan mengantarkan tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (PPK Ormawa HIMATA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meraih penghargaan tingkat nasional.
Tim tersebut memperoleh predikat Video Paling Persuasif Terbaik 4 dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, pada 21–25 Oktober 2026.
Penghargaan itu diraih melalui program bertajuk “Diversifikasi Produk Kelapa Terpadu Untuk Penguatan Kewirausahaan Kalurahan Depok Menuju Sentra Ekonomi Kreatif”. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berpusat di Padukuhan IV dan Padukuhan XI, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui pendampingan intensif, mahasiswa bersama masyarakat mengembangkan potensi tanaman kelapa menjadi sembilan jenis produk bernilai ekonomi. Produk tersebut meliputi Virgin Coconut Oil (VCO), balsam, sabun, kerupuk ampas kelapa, kecap air kelapa, es krim, kokopot, serta lipbalm.
Ketua Pelaksana Tim PPK Ormawa HIMATA UMBY, Zenobius Meo Pasu, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diperoleh. Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama tim mahasiswa dengan warga Kalurahan Depok.
Zenobius menjelaskan kekuatan video yang mengantarkan timnya meraih penghargaan terletak pada narasi yang menyentuh dan menginspirasi. Tim mengangkat pengalaman nyata warga sebagai bagian utama dalam menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengangkat kisah nyata warga sebagai pemeran utama untuk menggambarkan perjalanan riil pemberdayaan, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga tumbuhnya kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.
Dia menyebut tantangan terbesar dalam pembuatan video adalah merangkum seluruh tahapan pengabdian yang berlangsung panjang ke dalam durasi singkat. Tim harus memastikan pesan perjuangan warga tetap tersampaikan tanpa kehilangan kedalaman cerita.
"Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim dan penerimaan yang luar biasa dari warga Kalurahan Depok. Kemenangan ini menjadi pemicu semangat kami untuk memastikan program ini terus berjalan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat," imbuh Zenobius.
Pendampingan Tak Hanya Berorientasi Penghargaan
Dosen Pembimbing Lapangan, Ika Wulandari, mengatakan pendampingan terhadap mahasiswa tidak hanya diarahkan pada aspek estetika visual video. Lebih dari itu, program tersebut juga menekankan transfer pengetahuan kepada masyarakat, terutama dalam pengelolaan usaha.
"Kami mendampingi mahasiswa agar tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu melakukan transfer pengetahuan mengenai manajemen keuangan dan tata kelola usaha kepada warga. Harapannya, Kalurahan Depok benar-benar mampu mengolah potensi kelapa secara mandiri dan bernilai jual tinggi," terang Ika.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMBY, Wafit Dinarto. Dia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama mahasiswa, dosen pendamping, pimpinan universitas, serta organisasi kemahasiswaan.
"Capaian ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa, dukungan dosen pendamping dan pimpinan universitas, serta komitmen organisasi kemahasiswaan dalam mengembangkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Program pemberdayaan ini tidak boleh berorientasi hanya pada capaian penghargaan semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Wafit.
Anugerah Abdidaya Ormawa merupakan ajang apresiasi terhadap pelaksanaan program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam pemberdayaan masyarakat. Pada 2026, sebanyak 120 tim pelaksana PPK Ormawa dari 60 perguruan tinggi di Indonesia dinyatakan lolos dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ajang tersebut mengusung tema “Mahasiswa Berdampak: Menguatkan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi mendapat ruang apresiasi atas upaya mencetak mahasiswa yang inovatif dan kolaboratif, sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Bulog Semarang menambah kapasitas gudang sewa sekitar 20.000 ton untuk mengantisipasi lonjakan stok beras menjelang panen raya 2027.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.
Kemenhub memeriksa kelaikan 2.140 kapal untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna memastikan keselamatan pelayaran.