Guru MI Muhammadiyah Semanu Dilatih Terapkan PjBL Berbasis AI

Newswire
Newswire Senin, 05 Oktober 2026 08:47 WIB
Guru MI Muhammadiyah Semanu Dilatih Terapkan PjBL Berbasis AI

UAD melatih guru MI Muhammadiyah Semanu tentang pelayanan prima dan PjBL berbasis AI untuk meningkatkan mutu pembelajaran. /Istimewa.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan pelatihan berbasis teknologi kepada guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Semanu, Gunungkidul, pada pertengahan September 2026.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam meningkatkan mutu layanan publik sekaligus efektivitas pembelajaran di kelas melalui pemanfaatan teknologi modern.

Tim dosen dipimpin Bambang Robi'in dari Program Studi Informatika Ia bekerja sama dengan Kamila Salsabela dari Prodi Ilmu Komunikasi serta Ragil Dian Purnama Putri dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Rangkaian pelatihan dimulai pada 10 September melalui sesi bertema Service Excellent atau Pelayanan Prima. Kegiatan tersebut dipandu Kamila Salsabela dengan materi yang berfokus pada keterampilan komunikasi profesional, tata kelola pelayanan madrasah, serta pembentukan budaya ramah melayani di lingkungan sekolah.

Para guru dan tenaga kependidikan diajak memahami pentingnya membangun citra positif sekolah. Selain itu, komunikasi yang efektif, santun, dan responsif kepada orang tua murid maupun masyarakat luas juga menjadi bagian penting dalam pelatihan.

Kemudian pada 15 September, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan Artificial Intelligence (AI). Sesi ini dipandu Bambang Robi'in dan Ragil Dian Purnama Putri.

Melalui pelatihan tersebut, guru MI Muhammadiyah Semanu dibekali metodologi pembelajaran inovatif sekaligus cara memanfaatkan AI sebagai copilot atau asisten cerdas bagi guru.

Pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu guru dalam berbagai tahapan perancangan PjBL. Mulai dari menyusun ide proyek yang kontekstual, merumuskan pertanyaan pemantik (essential question), membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang ramah anak, hingga menyusun rubrik penilaian otomatis.

Integrasi teknologi tersebut dinilai dapat memangkas waktu administrasi guru. Dengan demikian, persiapan materi PjBL dapat dilakukan secara lebih cepat, terstruktur, dan bervariasi tanpa mengurangi esensi interaksi dalam proses belajar mengajar.

Penguasaan teknologi digital menjadi bagian penting bagi sekolah dalam merespons tuntutan Kurikulum Merdeka. Guru tidak hanya dituntut menyampaikan pembelajaran secara tekstual, tetapi juga mengembangkan kemampuan digital untuk mengasah daya kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa melalui karya nyata.

Kepala MI Muhammadiyah Semanu menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim dosen UAD yang dipimpin Bambang Robi'in. Menurutnya, materi yang diberikan relevan sekaligus aplikatif dengan kebutuhan sekolah saat ini.

"Program ini sangat baik dan membantu sekolah kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mutu pembelajaran, khususnya pemanfaatan AI yang sangat membuka wawasan para guru. Kami optimistis pelatihan ini memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan MI Muhammadiyah Semanu ke depan," ungkapnya dikutip Senin (5/10/2026).

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar tersebut menjadi bagian dari komitmen UAD dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi.

UAD berharap hasil pelatihan Service Excellent dan PjBL berbasis AI dapat diterapkan secara berkelanjutan di MI Muhammadiyah Semanu. Penerapan tersebut diharapkan turut mendukung proses pendidikan untuk mencetak generasi siswa yang unggul dan berkarakter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online