Robot Terbang Karya Mahasiswa UII Raih Penghargaan Nasional di KRTI 2026

Newswire
Newswire Minggu, 01 November 2026 04:07 WIB
Robot Terbang Karya Mahasiswa UII Raih Penghargaan Nasional di KRTI 2026

Tim ABIMANYU FTI UII meraih Best Airmanship and Safety di KRTI 2026 setelah melalui riset dan perbaikan mekanisme peluncuran pesawat. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Tim ABIMANYU Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) meraih penghargaan Best Airmanship and Safety dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Prestasi tersebut menjadi pencapaian nasional pertama mereka setelah melalui proses riset, pengujian, dan perbaikan mekanisme peluncuran pesawat di tengah keterbatasan fasilitas laboratorium.

KRTI 2026 berlangsung pada 21–25 September 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan. Kompetisi ini diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Otorita IKN serta Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Dalam kompetisi tersebut, Tim ABIMANYU mengikuti dua kategori, yakni divisi Racing Plane dan Fixed Wing. Penghargaan Best Airmanship and Safety berhasil mereka raih pada divisi Racing Plane.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FTI UII, Agus Mansur mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut.

Menurut dia, pencapaian di tingkat nasional menunjukkan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi meskipun pada awal pembentukan tim mereka menghadapi keterbatasan fasilitas.

"Keberhasilan ini merupakan buah dari ketekunan mahasiswa dalam merintis inovasi di bawah ekosistem riset fakultas. Capaian di IKN ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil," ujar Agus Mansur.

Sempat Gagal di KRTI 2025

Tim ABIMANYU terbentuk pada akhir 2024 di bawah naungan UNISI Robotic. Tim ini awalnya dibentuk sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi pesawat di Laboratorium Inovasi dan Robotik UII.

Pada keikutsertaan pertama di KRTI 2025, langkah mereka belum berhasil melewati seleksi wilayah. Pesawat yang disiapkan untuk divisi Fixed Wing mengalami kecelakaan saat latihan terbang.

Kegagalan tersebut tidak menghentikan upaya tim. Sejak April 2026, mahasiswa mulai meningkatkan intensitas persiapan, mulai dari riset desain pesawat, pemilihan komponen elektronik, hingga pengujian mekanisme peluncuran.

Dosen pembimbing sekaligus Dosen Teknik Elektro FTI UII, Sisdarmanto Adinandra, mengatakan proses persiapan berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas laboratorium pada masa awal pembentukan tim.

"Anak-anak bahkan terbiasa melakukan riset dan perakitan hingga malam hari dengan penerangan laboratorium yang sangat minimal. Mereka membagi peran ke dalam tim riset, desain, elektronik, dan mekanik secara solid," tutur Sisdarmanto.

Perbaiki Launcher Semalaman Sebelum Lomba

Ujian berat kembali dihadapi Tim ABIMANYU sehari sebelum perlombaan nasional di Kalimantan. Dalam uji coba terakhir, dewan juri menilai mekanisme peluncur atau launcher pesawat belum memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

Tim kemudian melakukan perombakan menyeluruh terhadap sistem peluncuran tersebut. Para mahasiswa bekerja sepanjang malam untuk menyelesaikan perbaikan.

Bahkan, pada pukul 07.00 pagi menjelang perlombaan dimulai, mereka masih melakukan pengelasan di lokasi lomba untuk menyempurnakan mekanisme peluncuran pesawat.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Mekanisme launcher yang telah diperbaiki mampu menerbangkan pesawat dengan lancar saat perlombaan. Perbaikan itu juga mendapat penilaian positif dari dewan juri dan mengantarkan Tim ABIMANYU meraih penghargaan Best Airmanship and Safety di divisi Racing Plane.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Latifah Citra, mengatakan pencapaian tersebut menjadi pengalaman emosional bagi anggota tim setelah kegagalan pada tahun sebelumnya.

"Rasanya luar biasa dan di luar ekspektasi kami. Dari yang tadinya hanya mengandalkan lampu seadanya saat meriset pesawat di lab pada tahun 2024, hingga akhirnya bisa berdiri sejajar di panggung nasional bersama universitas lain di Indonesia, ini adalah angin segar dan kebanggaan tersendiri bagi kami," ungkap Latifah Citra.

Selain mengembangkan keterampilan teknis di bidang aerodinamika, elektronika, dan mekanika, keikutsertaan dalam KRTI juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kerja sama, manajemen waktu, pemecahan masalah, serta komunikasi antardivisi.

Ke depan, Tim ABIMANYU berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa UII lainnya untuk mengembangkan ekosistem riset, berani menghadapi keterbatasan, dan membidik prestasi yang lebih tinggi hingga tingkat internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online