Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Ilustrasi (marta.cc)
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/09/prameks-minim-pramekers-pilih-naik-bus-366596/bus-driver" rel="attachment wp-att-366599">http://images.harianjogja.com/2013/01/bus-driver-342x310.gif" alt="" width="342" height="310" />JOGJA -- Perpindahan penumpang kereta Prameks ke armada bus terus bertambah sejak trip perjalanan Prameks dipangkas Oktober lalu.
Anggota Dewan Pendamping Komunitas Pramkers Joglo, Eko Setyanto, Rabu (9/1/2013),mengklaim bila ditotal ada sekitar 300 anggota Pramekers yang tak lagi menggunakan kereta Prameks sejak trip perjalanan kereta ini dipangkas Oktober lalu.
Sebagian besar penumpang yang meninggalkan kereta memilih menggunakan armada bus umum, sisanya menggunakan sepeda motor pribadi. Sebanyak 100 orang di antaranya menggunakan bus carteran yang diinisiasi komunitas ini sejak awal Desember lalu.
Dua bus carteran dari Perum Damri itu melayani empat trip perjalanan, dari Jogja dua kali dan dari Solo dua kali. Dua bus tersebut saat ini sudah tak mencukupi mengangkut penumpang.
Bus sudah berfasilitas AC namun harganya sama dengan tiket Prameks Rp10.000. Kelebihan utamanya karena jam keberangkatan dan kepulangan bus ini menyesuaikan jam kerja Pramekers.
Sebenarnya selain Prameks masih ada lagi kereta tujuan Jogja-Solo yang beroperasi setiap hari dan punya fasilitas AC. Yaitu kereta Sri Wedari. Hanya saja harga tiketnya dua kali lipat sebesar Rp20.000. Pramekers mengaku tak mampu bila tiap hari harus merogoh biaya terlalu mahal untuk transportasi.
Asisten Manajer Humas PT. KAI Daerah Operasional (Daop) VI Jogja, Kuswardoyo mengklaim, kendati perpindahan penumpang terus terjadi, load factor kereta Prameks tetap tinggi rata-rata mencapai 90%-100%. Alasanya kata dia, penumpang kereta ini yang bukan komunitas Pramekers Joglo bisa saja bertambah banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.