Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Ilustrasi (google.news)
http://images.harianjogja.com/2013/01/cara-mendapatkan-uang3-370x248.jpg" alt="" width="370" height="248" />KULONPROGO -- Penyidik Satreskrim Polres Kulonprogo berencana memeriksa 15 kepala dusun (Kadus) Desa Bumirejo, Lendah. Hal ini berkaitan dengan kasus penggelapan uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp491 juta.
Ditemui Selasa (22/1/2013) siang, Kanit III (Pitkor) Satreskrim Polres Kulonprogo, Inspektur Satu Munarso mengatakan jajarannya telah mengirimkan surat panggilan kepada para Kadus di Bumirejo. Mereka dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan selaku saksi sejak Jumat, Sabtu dan Senin.
“Pemanggilan itu bertujuan meminta keterangan tentang berapa uang yang sudah disetorkan kepada tersangka Suparyono. Jadi untuk mengetahui alur uang yang masuk. Kadus itu merupakan pejabat pemungut pajak Nanti dalam sehari akan diperiksa lima kadus,” kata Munarso.
Terkait isu yang berkembang di Bumirejo bahwa sebagian kadus juga turut mendapatkan uang PBB dari tersangka, Munarso mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut. Menurut dia, jika memang ada fakta-fakta yang menjurus ke arah itu, tentu polisi akan menetapkan para penikmat sebagai tersangka.
Selain memeriksa para kadus, rencananya penyidik juga bakal memanggil YY, kekasih gelap tersangka yang tinggal di Kebumen, Jawa Tengah. Dia juga bakal diperiksa sebagai saksi untuk mengetahui secara jelas aliran uang PBB tersebut.
“Rencananya kami juga akan meminta perhitungan kerugian dari BPKP [Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan]. Nanti kami akan kirim surat dan akan ditentukan jadwalnya,” jelas dia. Sementara pascapenetapan Suparyono sebagai tersangka, polisi melakukan penyitaan beberapa dokumen lain seperti Surat Penetapan Wajib Pajak yang tidak menyetorkan pembayaran.
Sebelumnya, dalam surat pengaduan yang ditujukan pada Inspektorat Daerah (Irda) Kulonprogo, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Yuriyanti menduga penggelapan uang PBB yang terjadi di Bumirejo, bisa saja terjadi di desa lainnya sehingga perlu ditindaklanjuti Irda Kulonprogo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Kemenag menegaskan kasus cabul di Pekalongan terjadi di padepokan ilegal, bukan pondok pesantren resmi terdaftar.
Bapanas memastikan harga beras SPHP tetap stabil meski dolar AS naik. Pemerintah jaga pasokan dan subsidi beras nasional.
Jip wisata Merapi di Sleman full booking saat libur Waisak 2026. Wisatawan memadati paket trip medium hingga bunker Merapi.
IRGC Iran klaim serang pangkalan AS di Kuwait sebagai balasan serangan di Bandar Abbas, ketegangan Iran–AS kembali meningkat.
Kokola Group melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan qurban berupa sapi limosin di Ciamis