Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
GUNUNGKIDUL -- Warga Dusun Keruk, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari gempar. Pasalnya salah satu warganya Kasmo Jemiko, 90, ditemukan tak bernyawa di ladang dekat Dusun setempat, Selasa (29/1/2013) siang.
Informasi yang diperoleh harianjogja.com, korban ditemukan tewas sekitar pukul 12.00 WIB oleh istrinya. Sebelumnya Kasmo pergi ke Ladang bersama istrinya sekitar pukul 08.00 WIB.
Pada pukul 10.00 WIB istri Kasmo pamit untuk memasak. Saat kembali mengantar makanan, Kasmo terlihat terlentang di pematang Sawah. Awalnya dikira hanya tiduran namun setelah didekati ternyata sudah tidak bernafas.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ihsan Amin saat dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapat laporan Warga, anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengidentifikasi mayat korban."Dari hasil pemeriksaan Tim medis tidak ada tanda-tanda penganiayaan," katanya.
Ihsan menambahkan, dari keterangan saksi keluarga korban, Kasmo memiliki riwayat penyakit. Seusai diperiksa, jenazah Kusmo langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Pengamat UI Muhammad Syaroni Rofii mendorong pemerintah memperkuat sektor energi dan mengurangi ketergantungan impor di tengah geopolitik global.