Tangkap Tikus Hidup Dapat Rp2.000

Rabu, 06 Maret 2013 18:19 WIB
Tangkap Tikus Hidup Dapat Rp2.000

 

SLEMAN-Pemkab Sleman memberikan uang pengganti sebesar Rp2.000 tiap tikus kepada petani yang berhasil menangkap hewan pengerat itu hidup-hidup. Program penggantian ini diterapkan untuk mengatasi merebaknya hama tikus di persawahan warga.

Dukuh Malangan, Desa Sumberagung, Kecamatan Godean, Hartono mengatakan program tersebut telah berjalan dan bisa langsung di tukarkan uang lewat pemerintah desa setempat. Awalnya dia tidak mengetahui jika tikus yang ditangkap harus hidup.

“Tapi tikus sawahnya harus masih hidup. Tikus sawah ini akan dijadikan pakan burung hantu yang kini dikembangbiakkan di Moyudan,” katanya, Rabu (6/3/2013) di rumahnya.

Menurut dia, saat ini agak susah untuk menangkap hidup-hidup tikus. Gropyokan tikus yang biasa dilakukan dengan cara pengasapan bisa membuat tikut mati. Terlebih jika menggunakan pertisida.

“Makanya gropyokannya harus menggunakan cara kuno, yakni dengan menutup jalur-jalur tikus. Nanti ada satu jalur yang dibuat terbuka tinggal di pasang perangkap,” jelas Hartono.

Ia mengungkapkan, di Dusun Malangan gropyokan tikus digelar setiap akhir pekan dan berhasil mendapatkan sepuluh tikus sawah.

“Namun kadang-kadang saja saat menggelar gropyokan tidak mendapatkan satupun tikus. Kalaupun dapat dua atau tiga itu masih bagus. Jika hanya tiga biasanya kami tidak menukarkan ke desa namun langsung untuk memberi makan burung hantu saja,” beber Hartono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online