OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
SLEMAN-Sedikitnya 100 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Keluarga Mahasiswa NTT-Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di sekitar bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (13/4) siang. Mereka menuntut pertanggungjawaban negara agar mengusut tuntas kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan yang melibatkan 11 anggota Kopassus.
Mereka dari berbagai kampus di Jogja datang pukul 11.00 WIB menggunakan kendaraan roda dua dan beberapa di antaranya menumpang bus.
"Peristiwa ini adalah bentuk tidak bertanggungjawabnya rezim SBY-Budiono atas jaminan keamanan yang seharusnya diberikan kepada rakyatnya," ungkap Angga, salatu orator di depan massa aksi.
Hingga berita ini diturunkan aksi masih berlangsung damai dengan pengawalan ketat sekitar 200 lebih personel aparat kepolisian.
Aksi mahasiswa NTT sebelumnya direncanakan sekitar 1700 massa, meski demikian hanya sekitar 100 mahasiswa yang turun ke jalan karena bersamaan dengan ujian tengah semester.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.