Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
KULONPROGO-Para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU di Kulonprogo menolak pemberlakuan dua harga Bahan Bakar Minyak. Mereka mengambil langkah minimalisir stok jelang kenaikan harga.
Dihubungi, Senin (29/4), pengelola SPBU Wates, sekaligus koordinator paguyuban SPBU di Kulonprogo, Dalduri mengatakan mereka sangat keberatan dengan kebijakan dua harga BBM tersebut. Hal itu menurut dia sangat merepotkan petugas di lapangan.
“Kami sama sekali tidak setuju. Bisa-bisa waktu kami akan habis hanya untuk menjelaskan kepada konsumen terkait kebijakan dua harga itu. Dari sisi keuntungan juga tidak signifikan,” kata dia.
Meski menolak, pihaknya tidak mengikuti jejak sejumlah SPBU di Solo, Jawa Tengah yang melakukan mogok. Mereka lebih memilih untuk memperjuangkan melalui Hiswana DIY.
Organisasi tersebut, lanjut Dalduri, sudah memutuskan untuk meminta penetapan satu harga. Jika naik harus satu harga, jika kenaikan dibatalkan, juga tetap satu harga.
Dia melanjutkan, sudah beberapa bulan terakhir, sejak pengurangan kuota BBM bersubsidi, pihaknya selaku operator di lapangan sangat kerepotan karena harus melayani antrean yang panjang, sementara angka keuntungan penjualan juga tidak meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.