Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
NGLIPAR-Bencana angin kembali menerjang wilayah Gunungkidul. Akibatnya, sebuah rumah milik Murtini, 70, di Dusun Nglipar Lor, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Minggu (12/5/2013) siang rata dengan tanah.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengatakan, bencana tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB dan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Tercatat hanya satu rumah yang rusak berat.
“Rumah yang rusak berat itu karena memang kondisi rumahnya sudah lapuk, sementara penghuninya selamat karena saat kejadian tidak berada di dalam rumah” katanya.
Menurut Sutaryono, beberapa perabotan rumah tangga milik Murtini pun rusak karena tertimpa material bangunan rumah. Petugas dari BPBD, TNI, Polisi dibantu masyarakat sekitar saat ini sedang bekerjabakti memperbaiki rumah ambruk yang terbuat dari kayu berdinding gedhek itu. Untuk sementara, korban tinggal di rumah anak semata wayangnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.
Jepang mengirim bantuan Rp35,37 miliar untuk identifikasi korban bencana Nepal yang menewaskan 1.396 orang dan memicu ribuan orang hilang.