BNNP DIY: Peredaran Pil Sapi Ancam Pelajar di Kulonprogo
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Pengendara sepeda motor melewati pintu gerbang menuju Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Minggu (26/5/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menyambut masa libur sekolah yang segera tiba, Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo memastikan tidak akan menggelar event besar di berbagai destinasi wisata. Tahun ini, promosi wisata hanya dilakukan melalui kegiatan berskala kecil yang difokuskan di kawasan pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, menjelaskan keterbatasan anggaran menjadi faktor utama tidak adanya agenda besar seperti pertunjukan musik atau festival wisata seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan promosi yang dilakukan pun difokuskan di satu titik utama, yakni Pantai Congot.
“Pas anak-anak libur jadi beri kesempatan untuk lomba mewarnai di Congot. Yoga juga di Congot, karena banyak komunitas dari Magelang dan masuk ke wellness tourism,” kata Sutarman, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, kegiatan yang digelar bersifat segmentatif dan lebih menekankan pada pengembangan wisata berbasis komunitas serta kesehatan (wellness tourism). Dua kegiatan utama yang disiapkan yakni lomba mewarnai untuk anak-anak serta kegiatan yoga di kawasan pantai.
Sutarman menegaskan, tidak ada event besar yang melibatkan konser musik atau hiburan skala besar pada periode libur sekolah tahun ini. Namun, pihaknya tetap menyiapkan agenda lanjutan berupa event sport tourism.
“Setelah libur sekolah, tepatnya 19 Juli akan ada Sermo Run sebagai sport tourism untuk memantik kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Meski tanpa event besar, Dispar Kulonprogo tetap optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat selama libur sekolah. Optimisme tersebut didasarkan pada tren peningkatan kunjungan pada beberapa momentum libur panjang sebelumnya.
Namun demikian, pihaknya tidak menetapkan target jumlah wisatawan secara spesifik untuk periode libur kali ini.
Selain kegiatan promosi, Dispar Kulonprogo juga akan menjalankan program sambanggo ke sejumlah destinasi wisata. Program ini berupa pembinaan dan penguatan kapasitas pengelola wisata melalui pemberian perlengkapan kebersihan serta pendampingan teknis.
“Rencananya ada dua kali sambanggo. Di Pantai Congot juga dilakukan untuk mengumpulkan pengelola agar lebih aktif menjaga kebersihan dan pengelolaan destinasi,” jelas Sutarman.
Di sisi lain, persiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian utama menjelang libur sekolah. Dispar memastikan fasilitas dasar seperti toilet umum dan fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi siap pakai untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
Dengan strategi tersebut, pemerintah daerah berharap meski tanpa event besar, sektor pariwisata Kulonprogo tetap mampu menjaga daya tarik dan kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Polres Bantul menyelidiki dugaan pembacokan dan pengeroyokan di Banguntapan. Korban mengalami luka di wajah dan telah membuat laporan polisi.
Pegadaian meraih penghargaan dari IDX Channel Anugerah ESG 2026 pada kategori Inovasi Keuangan Inklusif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai dampak El Nino semakin besar sehingga diperlukan respons dini berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor.
Menkeu Purbaya menawarkan insentif agar Toyota memindahkan basis manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia demi memperkuat industri otomotif.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mengajak puluhan anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belajar mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.