RUSUNAWA DIY : Warga Protes Orang Kaya di Rusunawa

Selasa, 14 Mei 2013 11:17 WIB
RUSUNAWA DIY : Warga Protes Orang Kaya di Rusunawa

SLEMAN–Keberadaan penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dari golongan mampu mengusik warga sekitar. Bahkan, warga di sekitar Rusunawa Dabag, Depok, Sleman pernah memprotes keberadaan mereka.

Sayangnya, Pemkab Sleman selaku pengelola hingga saat ini belum bereaksi. Salah satu warga Dusun Dabag, Sukedi, 36 mengaku risih melihat mobil terparkir di depan Rusunawa. “Jelas risih. Katanya ini untuk orang tidak mampu kok malah yang datang bawa mobil. Harusnya ada penertiban itu,” jelas Sukedi, Senin (13/5).

Menurut Sukedi, tidak hanya dirinya yang protes atas keberadaan penghuni dari golongan mampu itu. “Bahkan warga pernah protes dengan memberikan tulisan pemilik mobil ini tidak layak tinggal di Rusunawa. Namun kelihatannya pemilik mobil itu tidak menggubrisnya dan bersikap biasa saja. Kok nggak malu ya,” tutur Sukedi.

Kepala UPT Rusunawa Sleman, Sumadi mengaku sudah mengetahui masalah ini. “Kalau yang masuk kawasan ini memang ada dan itu mobil kantor. Kami belum mendata, namun ada belasan mobil yang bisa masuk. Sedangkan yang di luar itu murni mobil pribadi,” jelas Sumadi.

Sumadi mengaku tidak bisa berbuat banyak atas kondisi itu. Pasalnya mereka memiliki surat resmi dari kantor yang menyatakan memang diberikan mobil dinas.

“Namun pertanyaannya gaji Rp1,2 juta kok bawa mobil dinas. Kami ingin mengupayakan agar bisa diproses namun ini di luar kewenangan kami,” jelas Sumadi.

Sumadi juga mengatakan akan membatasi penggunaan mobil ini. Dia sudah mengusulkan kebijakan agar ada seleksi penyerahan slip gaji baru setiap satu tahun sekali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online